KeIhsanan
Minggu, 25 Februari 2018
Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag
Merawat NKRI dalam Bingkai Tasawuf
Merawat NKRI dalam Bingkai Tasawuf

 

idrisiyyah.or.id | Memasuki tahun 2018 ini, terjadi fenomena saling tuding antar kelompok dengan eskalasinya yang terus meningkat. Di dunia maya berlomba viral dengan modal saling kecam, sedangkan di dunia nyata rakyat kecillah yang paling menanggung sengsara. Bila terus dibiarkan, tuding menuding ini bisa memantik disintegrasi bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dihuni mayoritas kaum Muslimin harus terus dijaga keutuhannya. Mari sikapi 'Tahun Politik' ini dengan bijaksana, sehingga tidak terjebak dan membuat ruwet masalah. Kaum Muslimin harus semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Tiga Tudingan

Menengok sejarah, ambillah ibroh dari para Nabi menyikapi tudingan demi tudingan.  Para nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT di tengah kaumnya, tidak luput dari tudingan orang-orang kafir. Inilah Tiga tudingan yang kerap disematkan kepada para utusan Allah SWT: Majnun (gila), Saahirun (ahli sihir) dan Kadzabun, (pembohong).

Sebagai sampel salah satu ayat Al Quran:

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

"Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta". (Shad [38] : 4).

Dalam kacamata ulama sufi, Mereka yang teriak-teriak dengan tudingan keji itu, sebenarnya ingin menutupi aibnya sendiri. Jusrtu mereka sedang tergila-gila dengan dunia, sedang tersihir dengan kesenangan dunia. Mereka mendustakan Allah dan utusan-nya. Kenyataannya, mereka menuding orang lain karena ingin menutupi kesalahan dirinya sendiri. Agar orang lain yang kena batunya.

Apapun jargon yang mereka serukan, bendera yang mereka kibarkan, bagi ahli makrifat hanya satu yang menjadi muaranya karena saking cintanya dengan dunia.

Orang-orang kafir itu takut tergeser kekuasaannya, yang mempunyai pengikut takut habis pengikutnya, yang yang punya popularitas takut surut popularitasnya ketika datang kebenaran di tengah-tengah mereka.

Sejarah akan berulang dan menampilkan wajahnya dalam topeng yang berbeda, dalam narasi, figur dan latar yang berbeda, namun esensi dan pembelajarannya sama. Karena memang itulah salah satu mengapa sejarah itu ada, sebagai wahana pembelajaran. 

Tak terkecuali realitas saling tuding saat ini. Itu terjadi lantaran hubb ad dunya, kecintaan kepada dunia, tergila-gila kesenangan dunia. Efek tergila-gila, tersihir dengan dunia, mereka jadi berani mendustakan Allah SWT dan Rasul-Nya.

 

SIHIR DUNIA

Ulama tasawuf, Imam Hasan Al Bashri menyampaikan pandangannya, "Kesenangan dunia lebih menyihir ketimbang Harut dan Marut." Harut dan Marut adalah dua makhluk yang memiliki tingkat keilmuan sihir yang tinggi yang diturunkan ke bumi.

Imam Hasan Al-Bashri menyampaikan pandangan dengan alasan yang jelas, Harut dan Marut ahli sihir yang mampu memisahkan suami dan istri (bercerai), Sedangkan tipu daya dunia lebih hebat lagi , karena bisa memisahkan antara Hamba dengan Allah SWT.

Akibat tersihir dengan dunia orang jadi melupakan Allah SWT, sehingga Allah mengabaikannya. Di dunia ini mereka terombang-ambing tanpa petunjuk (hidayah) dan pertolongan Allah SWT.

Itulah bahayanya orang yang tergila-gila dan tersihir dengan dunia. Maka para Ulama Ahli Tasawuf memberikan terapi, agar kita mampu mencabut akar persoalan dari fitnah perpecahan. Sehingga keluar sifat kecintaan kepada dunia dari hati.

Al Quran selalu mengingatkan bahwa kehidupan dunia dan kesenangan yang ada didalamnya hanya kesenangan yang secuil, kesenangan yang sesaat.

Kehidupan dunia yang Fana (rusak) ini penuh dengan keterbatasan dan selalu berubah. Ada datang - ada pergi, begitu juga dengan kesenangan dunia ada saatnya datang dan ada saatnya hilang dari genggaman kita.

Berpikir yang logis dan realistis tentang kehidupan dunia, mampu menjadi terapi. Sehingga gambaran kesenangan dunia yang berlebihan semakin surut dalam diri kita.

 

Riyadhah

Ulama Tasawuf mendidik umat, agar batin dan hati manusia selalu melakukan Riyadhah (pelatihan batin) Hati selalu dilatih dalam keadaan menghadap Allah SWT. Dengan selalu mengingat Allah kapanpun dan dimanapun, maka akan merasakan agung, sempurna, dan sifat-sifat Allah lain yang hanya dimiliki oleh Allah Semata.

Hati yang terlatih, tidak menjadikan dunia sebagai tujuan. Dunia dengan segala isinya hanya sebatas alat dan sarana, sehingga orientasi hidup hanya ada dalam kalimat Lailahaillallah. Allah SWT menjadi tujuan, harapan, dan dambaan.  Allah Yang Abadi, Allah yang segala-galanya, ilmu harta jabatan semua hanya Alat dan sarana ibadah kita kepada Allah SWT.

Berumah tangga ekonomi masyarakat bahkan berbangsa dan bernegara kita akan tunduk kepada aturan dan nilai-nilai agama yang luhur, agama yang mulia.

Ketika hanya Allah sebagai tujuan, kita bisa meredam segala emosi dari kelompok manusia-manusia yang tergila-gila dengan dunia dan terhipnotis dengan dunia. Mereka yang mendustakan Allah SWT dan Rasul-Nya kita sikapi dengan arif dan bijaksana. Kita terus tenggelam di dalam tauhid merasakan agungnya Allah, sehingga kita akan mampu mewarnai hidup dan kehidupan ini dengan nilai-nilai agama Allah SWT.

Beruntung orang yang selalu Istiqomah dijalan Allah, sampai para malaikat diturunkan oleh Allah membisikan kedalam jiwa mereka.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allâh” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (ber-istiqâmah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan oleh Allâh kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Fushshilat [41]:30-32)

Dengan istiqomah dalam berzikir, akan merasakan kebahagiaan dan nikmatnya menjalankan agama, walaupun kita memasuki kehidupan lingkungan yang tidak baik. Kita akan diberikan kemampuan untuk merubah tatanan yang tidak baik menjadi sistem yang baik sesuai dengan keadilan dan kebenaran, sesuai dengan hati nurani manusia. Itu juga atas izin kekuatan energi positif yang dihembuskan oleh para malaikat dalam setiap langkah-langkah kita.

Mudah-mudahan Allah jaga bangsa ini. Ya Allah ampunilah kesalahan umat ini sehingga umat ini gemilang dihadapan Allah SWT. Gemilang di hadapan bangsa-bangsa yang lain. menjadi umat terbaik yang Allah angkat dalam panggung kehidupan bumi ini contoh dalam segala aspek kehidupan umat manusia.


ADIB ZAINAL ARIFIN