KeIhsanan
Rabu, 1 Agustus 2018
Sufi Yang Mana?
Sufi yang Mana?

idrisiyyah.or.id | Ungkapan bagus dikemukakan oleh Syekh Abdul Hafizh al Makki seorang Ulama Mekkah yang membuat sebuah kitab’ Mawqif Aimmah al Harakah as Salafiyyah min at Tashawwuf wash Shufiyyah. Ia menyebutkan,

Kita sering mendengar orang-orang yang mengatakan bahwa tasawuf secara keseluruhan adalah batil dan bahwa orang-orang Sufi adalah kelompok orang-orang tergelincir dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Islam. Bahkan lebih jauh dari itu mereka adalah musuh-musuh agama dan bahwa dia berasal dari Yunani, Budha, Hindu dan tuduhan-tuduhan lainnya. Dan lagi-lagi, sayang seribu sayang, tuduhan ini mengatasnamakan salafiyah.

Padahal realitanya yang terjadi berbanding terbalik. Karena sesungguhnya dalam pandangan para aktivis gerakan Salafiyah dan pimpinan-pimpinan mereka bahwa tasawuf adalah kelompok Islam sebagaimana kelompok-kelompok Islam lainnya. Sebagaimana kalangan muhadditsin (ahli hadis), fuqaha (ahli fikih), mutakallimin (ahli ilmu kalam), muarrikhin (ahli sejarah), dan mujahidin serta lainnya. Ada yang benar dan ada pula yang keliru, ada yang shaleh dan ada pula yang thaleh (jahat), ada yang asli dan ada yang palsu.

Ketika ‘istilah-istilah’ itu disebutkan secara mutlak maka yang dimaksud kelompok-kelompok tersebut adalah: yang shaleh, yang benar jalannya dan yang tidak menyimpang. Misalnya jika kita mengatakan: muhadditsun, maka yang dimaksud adalah ahli hadis yang shaleh yang benar-benar mewariskan hadis-hadis Rasulullah kepada umat dan mereka telah mengabdikan dirinya untuk hadis itu, seperti imam: Al Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, Ibnu Hajar al Asqalani, Imam as Suyuthi dan Al Kandalawi.

Dan kata muhadditsun sama sekali tidak dimaksudkan secara mutlak atas setiap orang dajjal, pembual dan pembohong serta pemalsu hadis yang menisbatkan dirinya pada kelompok ahli hadis ini. Yakni orang-orang yang telah disebutkan kerusakannya oleh para imam ahli hadis yang menggeluti ilmu jarh dan ta’dil di setiap masa dan zaman. Sebagaimana telah kita pahami bersama. Demikian pula halnya dengan para fuqaha, al muatakallimin, mujahidin, ahli sejarah, dan lainnya dari kelompok-kelompok kaum muslimin. Maka demikian seharusnya sikap kita terhadap kalangan Sufi.

Tatkala dikatakan: Sufi, maka pastilah yang dimaksudkan adalah sosok-sosok seperti: Fudhail bin Iyadh, Ma’ruf al Karkhi, Abu Sulaiman ad Darani, Bisyr al Hafi, Abdul Qadir al Jailani, Junaid al Baghdadi, dan lainnya yang berada di jalan yang lurus. (Mawqif Aimmah al Harakah as Salafiyyah min at Tashawwuf wash Shufiyyah, Syekh Abdul Hafizh al Makki)


USTADZ LUQMAN AL HAKIM