Pendidikan
Selasa, 4 September 2018
Qini Nasional ke-138
Tarekat Idrisiyyah Memperingati HUT RI ke-73
Tarekat Idrisiyyah Memperingati HUT RI ke-73
Tarekat Idrisiyyah melaksanakan kegiatan Upacara Bendera Merah Putih Peringatan Hari Ulang Tahun Indonesia Ke-73, Jumat (17/08/2018) yang dilaksanakan di Halaman Utama Masjid Al-Fattah.

idrisiyyah.or.id | Tasikmalaya - Upacara Bendera Merah Putih Peringatan Hari Ulang Tahun Indonesia Ke-73 diikuti oleh seluruh jajaran Pengurus Tarekat Idrisiyyah, seluruh Santri Putra Pondok Pesantren Idrisiyyah, dan juga Jamaah peserta Qini Nasional ke-138.

Foto: Idrisiyyah

Dengan cuaca begitu cerah, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) yang berasal dari Santri Putra Pondok Pesantren Idrisiyyah mengibarkan bendera Sang Merah Putih

Kepala Divisi Pendidikan Tarekat Idrisiyyah, Asep Deni M.Pd. yang bertugas sebagai Inspektur Upacara menyampaikan amanat kepada para peserta upacara. Berikut amanat dari Asep Deni M.Pd.

73 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 H dalam keadaan saum dibulan ramadhan, Indonesia memproklamirkan dirinya kepada seluruh penjuru dunia, bahwa sejak saat itu Indonesia menyatakan merdeka dan bebas dari penjajahan, hari ini kita merayakan kita mensyukuri apa yang telah dilakukan oleh para pejuang terdahulu, kita hari ini tinggal menikmati masa-masa indah dari perjuangan para pahlawan terdahulu, Indonesia sudah bebas dari penjajah yang secara fisik memerangi Indonesia, hari ini tugas kita mengisi kemerdekaan, mengisi hari-hari sejak kemerdekaan di proklamirkan sampai pada saatnya, Indonesia menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun warabbun ghafur.

Maka pada kesempatan upacara kali ini marilah kita merefleksikan, mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif.

Dalam konteks islam khususnya dalam terminologi tasawuf, kemerdekaan yang sebenarnya, bukan yang menjajah kita secara fisik, tapi bahwa kemerdekaan yang sebenarnya adalah merdeka, dari hawa nafsu kita, merdeka dari musuh-musuh yang nyata yaitu setan.

Foto: Idrisiyyah

Hari ini sudah tidak ada lagi penjajahan secara fisik yang memerangi kita, kita sudah terbebas, kita sekarang memerangi musuh yang lebih nyata, yaitu setan dan iblis yang ada dalam diri kita, maka tugas kita sekarang adalah bagaimana memerdekakan diri kita masing-masing dari belenggu hawa nafsu kita yang didorong oleh setan dan Iblis,

mulai hari ini, mari kita tingkatkan hal-hal yang tadinya buruk, kita tingkatkan menjadi lebih baik, sebagai seorang santri buktikan dengan bersungguh-sungguh dalam belajar, buktikan dengan cara akhlaq yang baik untuk pekerja, dokter, guru buktikan dengan terus memperbaiki sikap dan terus ingat kepada Allah SWT. Sehingga musuh-musuh yang sebenarnya nyata itu bisa kita lawan dengan kekuatan penuh yang ada dalam diri kita,

kita terus membuktikan terimakasih kita kepada Allah SWT. bahwa pada hakikatnya yang memerdekakan Indonesia bukan pahlawan-pahlawan, yang memerdekakan adalah Allah SWT.


ADIB ZAINAL ARIFIN