Pendidikan
Rabu, 3 Oktober 2018
Bedah Buku Epistimologi Islam Berbasis Sufistik
Bedah Buku Epistimologi Islam Berbasis Sufistik
Foto: Idrisiyyah

idrisiyyah.or.id | Tasikmalaya - Tarekat Idrisiyyah melaksanakan kegiatan Bedah Buku Epistemologi Islam Berbasis Sufistik Sabtu (18/08), di Aula Musyahadah, Masjid Al Fattah.

Salah seorang penulis Buku Epistimologi Islam Berbasis Sufistik Ustadz Baharuddin Abdul Rahman menyampaikan 4 tujuan diterbitkannya buku ini..

Pertama, untuk mempioneri adanya kegiatan ilmiah di Idrisiyah,

Kedua, memecahkan telur anggapan selama ini yang melihat tarekat hanya sekadar bersarung kemalasan dan duduk wirid di Masjid

Ketiga, memberi pemahaman secara filosofis mengenai konsep ilmu pengetahuan, khususnya dari perspektif Islam

Keempat, salah satu program kegiatan ISIT Institute yakni penerbitan dan kegiatan diskusi ilmiah.

Foto: Idrisiyyah

Dalam pandangannya, kegiatan bedah buku sendiri dilaksanakan untuk menginformasikan hasil penelitian yang sangat dinanti oleh kalangan dan komunitas ilmuan, karena hal ini erat kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Dalam kasus khusus, misalnya penelititan tentang teori ilmu pengetahuan dalam Islam penting dan perlu selalu diekspose dan diperkenalkan ke khalayak umum dan presisinya kalangan akademik untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap konsep tersebut

Lebih khusus lagi, penelitian kemarin bukan sekadar tentang teori ilmu pengetahuan Islam, tetapi lebih jauh mengenai teori pengetahuan yang dipersepsikan oleh kalangan Sufi besar

Rencana selanjutnya akan segera menjalankan program-program ISIT Institute yang di antaranya diskusi dwi mingguan atau bulanan, seminar, workshop, pelatihan menulis, dan lainnya.

"Harapannya sesuai yang diharapkan oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag tentunya, bahwa kita semua harus bangkit dan melepaskan diri dari kejumudan berfikir" ungkap Ustadz Bahar

"Buku kemarin itu bukanlah buku semacam novel atau karya model buku popular. Ia akan sulit difahami jika tidak diulang-ulang, Ilmu itu harus dipersilahkan memasuki arena bathin kita melalui hati yang tulus ikhlas, itulah kuncinya" pungkasnya.

 


MUHAMMAD FAHMUDDIN