KeImanan
Minggu, 7 Oktober 2018
Dunia sedang Sakaratul Maut
Dunia Sedang Sakaratul Maut
Foto: Idrisiyyah

Nyaris semua bakti dan tanda kebinasaan dunia telah tampak jelas di hadapan kita

Oleh: Syekh Muhammad Fathurrahman, M.Ag


idrisiyyah.or.id | SAKARAT merupakan ketentuan yang pasti. Setiap kehidupan akan mengalami kematian. Setiap kematian didahului proses sakarat. Ketahuilah empat belas abad lalu Rasulullah Saw sudah melihat dunia bagaikan wanita glamour yang sudah tua. Kini, kondisi wanita itu ibarat sudah memasuki pintu gerbang kematian. Kehidupan dunia dan alam jagad semesta ini sudah memasuki fase sakaratul maut.

Saat ruh seseorang sudah di tenggorokan, semua tempat kembali ditampakkan. Benar atau salah, bahagia atau celaka diperlihatkan. Ahli surga diperlihatkan surga, sebaliknya ahli neraka pun diperlihatkan neraka. Inilah gambaran hasil perbuatan. Tidak ada rekayasa, sehingga seseorang bisa berpura-pura berperilaku tidak tahu. Tidak bisa orang yang bersalah merasa ‘pede’ ketika layar kebenaran ditampakkan. Allah SWT tidak memperlihatkan kepada seseorang yang sedang sakaratul maut semua gambaran surga dan neraka. Demikian pula di masa sakaratul maut dunia dan alam semesta. Hanya sampel-sampel saja yang diungkap sebagai bukti.

 

Awal Pembalasan

Kondisi sakarat merupakan awal pembalasan perbuatan manusia di dunia. Golongan yang selamat bisa menikmati kebahagiaan saat ruhnya berpisah, demikian pula mereka yang celaka akan memulai rangkaian penderitaannya hingga masuk ke dalam neraka secara permanen. Begitulah kondisi Firaun ketika sakaratul maut dimana bukti telah ditunjukkan ia pun menyadari kesalahan dan mengakui kebenaran setelah sekian lamanya dalam pengingkaran

 

Firman Allah SWT:

"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS Yunus [10]:90).

 

Namun, sayang pengakuannya sudah terlambat saat-saat genting itu ternyata merupakan momen akhir bagi perhitungan nasibnya. Amal sudah tertutup, pengakuan salah tidak diakui dan taubat sudah tidak berlaku lagi.

Sudah pasti bagi ahli neraka ­–yang diperlihatkan neraka saat meregang nyawa– akan menjerit-jerit. Merasakan kebenaran ancaman Allah SWT yang selama ini disepelekan. Begitu pula golongan kebenaran, rasa gembira dan kesenangan akan menghiasi ekspresi wajahnya. Ungkapan wasiat-wasiat terhadap apa yang ia saksikan akan ia sampaikan di hadapan sanak keluarganya di sampingnya, diiringi semangat spiritual dalam setiap kalimat yang diucapkannya.

Di kalangan ahli Sufi, bukti-bukti akhir perjalanan hidup begitu jelas, karena mata batin mereka sudah dilatih untuk terbuka. Bahkan jauh sebelum kematiannya, kabar gembira (busyra) sebagai tanda seorang wali (kekasih) Allah telah diperlihatkan. Bagi seseorang yang baru terbuka mata batinnya, melihat kebenaran akhir hayat terkadang hanya sekedar berita yang tidak ada efek bagi dirinya. Ia menceritakan surga dan neraka, tapi masa itu telah lewat untuknya dan hanya bermanfaat bagi yang mendengar pengakuan dan mengambil pelajaran.

Fenomena sakaratul maut bagi orang yang beriman adalah wujud ketenangan (happy ending) dan kepastian atas selama ini nyang dijanjikan-Nya, serta kemana ia akan ditempatkan setelah itu akan menjadi jelaslah mana yang hitam dan putih, mana yang celaka atau bahagia.

 

Semakin Menua

Mari kita cermati, bagaimana kondisi dunia yang semakin tua ini. Kita tak sadar (sebagaimana bumi sedang berputar), sebenarnya dunia saat ini sedang menuju ambang kehancurannya. Bagaimana tidak, nyaris semua bukti dan tanda kebinasaan dunia telah tampak jelas di hadapan kita. Prilaku manusia dalam berbagai bentuk, yang baik maupun buruk, dari sekala kecil maupun besar telah terungkap. Lalu, apalagi ‘prestasi’ yang akan di perbuat manusia untuk menambah track record dosa dan kezaliman yang mempercepat datangnya kiamat kubra? Manusia-manusia yang menyimpang dari kebenaran sudah banyak bermunculan dengan sendirinya tanpa perlu eksploitasi berita, kejahatan dan kezaliman tampil dengan leluasa, kelalaian manusia sudah mencapai ambang batas normal.

Fase sakaratul maut dunia perjalanannya begitu lama, berbeda dengan sakaratul maut saat ruh meninggalkan raga. Antara hewan yang kecil seperti semut dan gajah pun masa sakaratnya sudah berbeda. Sejak di isyaratkan dunia ini sudah menua oleh nabi akhir zaman hingga sekarang, rentang perjalanan sakarat sudah berlangsung puluhan abad. Tapi, siapapun tahu bahwa waktu itu telah bergerak cepat hingga membawa kita pada masa sekarang ini. 

Hal yang tidak bisa di tambah, proses penuaan fisik selalu di iringi tanda-tanda; rambut mulai beruban, kulit semakin kriput, ingatan mulai berkurang, fungsi organ-organ tubuh menurun, penyakit-penyakit ringan hingga kronis mulai berdatangan, tak terelakan. Demikian pula, proses penuaan dunia, di iringi oleh tanda-tanda yang telah diisyaratkan. Segala bentuk kemaksiatan seperti perzinahan, mabuk-mabukan, perjudian, kesewenang-wenangan terjadi di mana-mana, dan kiamat shugra lainya. Tanda-tanda besarlah yang akan menggenapkan proses ‘kematian’ dunia yang sedang berlangsung saat ini. Hanya menunggu waktu, dan tak akan lama lagi.

 

Kemunculan Figur Pembawa Keadilan

Sosok Nabi Muhammad Saw diyakini sebagai penutup para Nabi, sedang kan Imam al Mahdi diakui sebagi penutup para Wali Mursyid atau Khalifah umat dari masa ke masa. Sejalan dengan janji  dan ketetapan-Nya, di puncak sakarat dunia akan muncul keadilan secara terang benerang dengan adanya figur Imam al Mahdi. Keberadaan dan keagungan Nabi Muhammad isyaratnya telah tersiar dan di ketahui oleh umat-umat sebelumnya, demikian pula kebesaran sosok al Mahdi ini.

Sebagaimana jelasnya penampakan kehidupan hakiki bagi mereka yang sedang sakarat, tentang mana yang benar dan yang salah, sosok Imam al Mahdi inilah yang akan membeberkan kebenaran hakiki dan meratakan keadilan bagi semua makhluk. Kebenaran dan keadilan yang masih terlihat samar di tengah umat akan terlihat jelas di hadapannya. Kondisi sakarat dunia membuat haq dan batil menjadi tampak jelas. Maka sudah sepantasnya kondisi sekarat bisa menimbulkan kesadaran bagi setiap orang, bukan sebaliknya.