KeImanan
Selasa, 16 Oktober 2018
Paper Mahasantri Ma’had Aly Idrisiyyah Terpilih di Muktamar Pemikiran Santri Nusantara 1
Paper karya SNIK Dewi lolos seleksi
Paper karya SNIK Dewi lolos seleksi
Foto: Idrisiyyah

idrisiyyah.or.id | Dalam rangka Road to Hari Santri Nasional 2018, Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara, iselenggarakan di Pesantren Krapyak DI Yogyakarta, Rabu-Jumat (10-12/10/2018) dan diikuti oleh 36 Ma’had Aly Seluruh Indonesia.

Kegiatan “Muktamar Pemikiran Santri Nusantara I” ini meliputi tiga kegiatan yaitu Call Paper (ajang presentasi pemikiran mahasantri), Temu Mahasantri, dan Silaturahim Nasional Asosiasi Ma’had Aly Indonesia.

Paper karya salah satu Mahasantri Putri Ma’had Aly Idrisiyyah Siti Nur Iffah Kamila Dewi yang akrab disapa SNIK Dewi atau Dewi dengan Judul “Pesantren Berbasis Tasawuf sebagai Sistem Pembelajaran Unggulan pada Pendidikan Pesantren di Era VUCA,” salah satu dari 172 paper yang lolos seleksi. Total, ada 1295 karya yang mengikuti seleksi. Dewi berkesempatan mempresentasikan hasil karyanya.

Ustadz  Asep Deni, M.Pd selaku Mudir Ma’had Aly Idrisiyyah menyampaikan, “Alhamdulillah di tahun pertama Ma’had Aly Idrisiyyah resmi dan di akui Kemenag RI bisa langsung berpartisipasi di acara Muktamar ini, kami mengikuti semua sub kegiatan seperti kegiatan Call Paper," paparnya.

Alhamdulillah, masih kata Ustadz Asep Deni, selain Dewi, Pesantren Idrisiyyah juga mengirimkan dua orang mahasantri putra dalam kegitan temu mahasantri, Ibnu Thoriq Al Jibal dan Miftah Farid. Sedangkan dirinya dan Ustadz Adang Nurdin, M.Pd mengikuti kegiatan Silatnas Asosiasi Ma’had Aly Indonesia.

"Kami juga berkesempatan audiensi langsung dengan Menteri Agama terkait RUU pesantren dan pendidikan keagamaan,” jelasnya.

SNIK Dewi Mahasantri Idrisiyyah merasa bersyukur, papernya terpilih dan berharap karyanya ini bisa bermanfaat, dalam paper ini Dewi menyampaikan pola atau sistem pendidikan tasawuf yang diterapkan di pesantren Idrisiyyah yang menurutnya sangat efektif di era VUCA ini.

"Sistem pendidikan tasawuf dalam pelaksanaannya mengedepankan penyadaran kepada peserta didik sehingga peserta didik berubah atas kesadaran dan kemauannya sendiri bukan karena paksaan,” ungkap Dewi.

Direktur Operasional Tarekat Idrisiyyah, Ustadz Adang Nurdin, M.Pd, sekaligus perwakilan Ma’had Aly Idrisiyyah dalam kegiatan Silatnas Asosiasi Ma’had Aly Idrisiyyah berharap, melalui kegiatan – kegiatan seperti ini menjadi motivasi untuk para mahasantri Idrisiyyah. Dia menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya paper Dewi. "Semoga bisa jadi pemicu meningkatnya budaya literasi dan penelitian mahasantri Idrisiyyah," pungkasnya.