Informasi Aktual
Minggu, 18 November 2018
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Kunjungi Tarekat Idrisiyyah
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Kunjungi Tarekat Idrisiyyah
Foto: Idrisiyyah

idrisiyyah.or.id | Informasi Aktual - Tarekat Idrisiyyah menerima kunjungan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Study Pendidikan Agama, Sabtu-Ahad (10-11/11/2018).

Menurut Koordinator Mahasiswa UIN, Indra Sobarna kunjungan kali ini untuk melaksanakan Praktek Profesi Mahasiswa (PPM) sesuai dengan jurusan mahasiswa masing-masing.

Selain Tarekat Idrisiyyah mahasiswanya ada yang diberi tugas ke Candi, Pura, Kantor Urusan Agama (KUA) dan sekolah-sekolah yang memiliki siswa muslim dan nonmuslim. "Tujuannya untuk mempelajari metode pembelajaran," jelasnya.

Foto: Idrisiyyah

Indra Sobarna juga menyampaikan, dulu kami berfikir bahwa amalan Tarekat hanyalah melakukan ritual zikir, zuhud, duduk masjid alias tidak melakukan pekerjaan apapun. Bahkan ada segelintir orang yang berkata untuk memasuki sebuah tarekat mereka terlebih dulu harus mandi tengah malam, kemudian mengamalkan dzikir tertentu seribu kali.

Padahal itu sangat bertolak belakang dengan ajaran agama Islam yang rahmatallilalamin, bahkan justru malah membebani. "Di sini (Tarekat Idrisiyyah) menjadi semacam miniatur peradaban Islam yang rahmatallilalamin," ungkapnya.

Indra menambahkan, Islam mempunyai dua Aqidah, Pertama, Aqidah Ruhiyah yang diterapkan di Tarekat untuk seorang hamba dengan Allah SWT. Kedua, Aqidah Siasiyah untuk mengatur aspek sosial, ekonomi dan lainnya.

Foto: Idrisiyyah

Di Tarekat Idrisiyyah, selain Ruhiyah yang menjadi ciri khas Tarekat, santri diajarkan untuk menerapakan Aqidah Siasiyah. Ini (Aqidah siasiyah) diterapkan dalam metode dakwah, ekonomi Islam, pendidikan Islam, sosial dan masyarakat yang menghasilkan santri dengan akhlaqul karimah.

"Salah satu etika para santri Pondok Pesantren Idrisiyyah yang membuat saya tercengang adalah kebiasaan mereka mencium tangan orang yang lebih tua dari mereka," tuturnya.

Indra Sobarna juga berharap etika yang dibudayakan di Pondok Pesantren Idrisiyyah dapat menjadi inspirasi untuk pondok pesantren lainnya. "Mudah-mudahan bisa diterapkan dalam pemerintahan negara," harapnya.


MUHAMMAD SYARIF | SALMAN AL FARIZY