Dakwah
Senin, 19 November 2018
Safari Dakwah Syekh Muhammad Fathurahman ke Sampit
Safari Dakwah ke Sampit
Foto: Idrisiyyah

idrisiyyah.or.id | Dakwah - Mursyid Tarekat Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag mengadakan Safari Dakwah selama empat hari ke Sampit, Kalimantan Tengah, Kamis-Ahad (08-11/11)

Safari Dakwah kali ini selain melihat perkembangan Zawiyah Cabang Sampit juga merupakan rangkaian acara memperingati Maulid Nabi Muhammad , mulai dari mengisi khutbah jumat, dan tabligh akbar di beberapa tempat. Syekh Fathurahman juga menyempatkan diri untuk melihat langsung pemberdaayaan tanah wakaf Idrisiyyah di Sampit.

 

Hari Pertama

Pada hari pertama, Syekh Fathurahman Landing di Bandar Udara H. Asan Sampit, Kalimantan Tengah, Kamis (08/11) pukul 12.30 wib

Keesokan harinya Jumat (09/11), Syekh Fathurahman diterima oleh pengurus Islamic Center untuk mengisi Khutbah Jumat di Masjid Agung Wahyu Al Hadi, Jendral Sudirman Km 2,5, Sampit. 

Setelah mengisi khutbah jumat, pada malam harinya Syekh Fathurahman memenuhi undangan dalam rangka memmperingati Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Nurul Iman Jl. Pelita MB. Ketapang Kalimantan Tengah, jamaah yang hadir baik itu bapak-bapak maupun ibu-ibu telah memadati seisi ruangan di Mesjid Nurul Iman. Begitu antusiasnya, seluruh jamaah berdiri serempak melantunkan shalawat menyambut kedatangan Syekh Fathurahman.

 

Meninjau Tanah Wakaf

Singkat cerita, masih dalam agenda Safari Dakwah di Kalimantan Tengah, pada hari ketiga Sabtu (10/11) Syekh Fathurahman melakukan perjalanan menuju KM 53 lokasi kebun sawit yang dikelola oleh jamaah zawiyah sampit dan jamaah asal Garut yang ditugaskan di Sampit, Bapak. Enas beserta keluarga.

 

Setibanya dilokasi, Syekh Fathurahman meninjau lokasi tanah wakaf yang belum dikelola, suasana hutan yang dipenuhi oleh semak belukar, rawa-rawa dan kebisingan serangga masih mendominasi suasana sepanjang perjalanan kala itu. Lagi-lagi Syekh Fathurahman memberikan contoh bahwa usaha harus dilakukan, dimana setelah selesai di mimbar, Syekh Fathurahman juga tidak segan untuk turun ke lapangan melintasi rawa dan semak belukar, meninjau tanah wakaf bersama jamaah di Sampit 

Tanah wakaf di KM 53 ini memiliki luas 8 hektar dan baru bisa dimanfaatkan oleh jamaah seluas 4 hektar. Ada satu tempat pengembangan dimana beliau sendiri yang memilih tempat tersebut, yang akan menjadi tempat peristirahatan Syekh Fathurahman selama malakukan safari dakwah di Kalimantan Tengah, beliau mengaku akan memilih basecamp di tempat tersebut dari pada menginap di hotel.

Kemudian Syekh Fathurahman juga meninjau kebun sawit yang telah dikelola dengan baik. Kebun sawit ini dapat memanen 3 ton sawit setiap 2 minggu sekali, hasil dari buah sawit sendiri sedang membaik, 1 jenjangnya bisa mencapai 40 kg, sedangkan untuk harga sawit sedang mengalami penurunan sekitar Rp. 600/kg, dari harga normal Rp. 1000 - 1200/kg.

Perkebunan, Pembangunan Ruko, Pembangunan Mushola adalah beberapa proyek pengembangan yang sedang dijalankan di KM 53 Kota Sampit.

 

Kalimantan Tengah

Setelah berkeliling, Syekh Fathurahman pada sore harinya berangkat untuk mengisi Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Saw di Masjid At Taqwa, di kota Parenggean, Kalimantan Tengah. Kedatangan beliau disambut dengan lantunan shalawat para santri dan masyarakat sekitar 

Selepas Tausiyah Syekh Fathurahman akan melanjutkan perjalanan menuju Palangkaraya dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam. Sesampainya di lokasi pada hari Ahad (11/11) sebelum melakukan perjalanan ke bandara, Syekh Fathurahman terlebih dulu berkunjung untuk melihat Islamic center dan berjalan mengelilingi Masjid Agung Palangkaraya.

Setelah dirasa cukup, beliau berangkat menuju bandara mengambil penerbangan menuju Jakarta.


SALMAN AL FARIZI