Peranan Wanita
Selasa, 20 November 2018
Turba Divisi Peranan Wanita
Turba ke-5 Divisi Peranan Wanita
Divisi Peranan Wanita melaksanakan Turba ke zawiyah Purwacaraka, Ahad (11/11)

idrisiyyah.or.id | Peranan Wanita - Divisi Peranan Wanita Tarekat Idrisiyyah melaksanakan Turun Kebawah (Turba) ke Mushalla Al Fattah Zawiyah Purwacaraka, Ahad (11/11). Kegiatan ini dihadiri oleh 60 orang jamaah dan masyarakat sekitar.

Menurut Kepala Divisi Peranan Wanita Ustadzah Yeni Aidah S.Pd.I, Turba merupakan jadwal rutin bulanan yang dilaksanakan untuk berkoordinasi terkait perkembangan dan mengevaluasi program-program zawiyah cabang Tarekat Idrisiyyah.

"Tujuannya, agar sesuai dengan Visi dan Misi Divisi Peranan Wanita yang diantaranya menjadi istri shalihah, menjadi ibu yang baik dan mampu mencetak kader yang baik, dan dapat bersosialisasi dengan sesama bil hasanat," jelas Ustadzah Yeni.

Foto: Idrisiyyah

Turba, masih kata Ustadzah Yeni, dalam pelaksanaannya melakukan sosialisasi program peranan wanita. Salah satu aktivitasnya, mengadakan pelatihan kepengurusan jenazah, agar bila ada muslimah yang meninggal Divisi Peranan Wanita Idrisiyyah bisa berkontribusi.

Turba yang dilakukan sangat efektif, karena dari "Wanita untuk Wanita", sehingga tidak ada rasa sungkan dan suasana lebih akrab.

"Walaupun dengan penampilan bercadar, tapi kami memiliki kepedulian sosial yang tinggi, itu yang membuat daya tarik masyarakat bahwa kami terbuka untuk siapa saja," ujar Ustadzah Yeni

Lebih lanjut Ustadzah Yeni menjelaskan, Divisi peranan wanita memiliki pola dengan menentukan tema materi atau keahlian yang akan disosialisasikan. Pihaknya menawarkan beberapa pilihan tema kepada Zawiyah, tema apa yang dibutuhkan hal itu yang akan disosialisasikan ke Zawiyah. Penyampaian materi disetiap Zawiyah pun berbeda-beda tergantung dari prioritas utama Zawiyah.

"Utamanya kami kepengurusan pusat berharap, keahlian dan pengetahuan di zawiyah meningkat, seluruh programnya bisa mengikuti kepengurusan pusat, supaya bisa berkembang bersama dengan berbagai programnya," ujar Ustadzah Yeni mengakhiri penjelasannya.


MUHAMMAD FAHMUDDIN | SALMAN AL FARIZI