Pendidikan
Sabtu, 24 November 2018
QINI 139
FKMI Selenggarakan Sarasehan Mahasiswa
Sarasehan Mahasantri Idrisiyyah
Forum Komunikasi Mahasantri Idrisiyyah (FKMI) menyelenggarakan Sarasehan Arahan Kode Etik Mahasantri Idrisiyyah, Jumat (23/11) di Aula Musyahadah Masjid Al-Fattah Tasikmalaya

Idrisiyyah.or.id | Pendidikan - Forum Komunikasi Mahasiswa Idrisiyyah (FKMI) dalam acara Qini Nasional ke-139 menyelenggarakan Sarasehan Arahan Kode Etik Mahasiswa Idrisiyyah, Jumat (23/11) di Aula Musyahadah Masjid Al-Fattah Tasikmalaya.

Seluruh mahasantri Idrisiyyah –baik Mahasantri Ma’had Aly Idrisiyyah, maupun mahasiswa Idrisiyyah yang melanjutkan jenjang pendidikannya di universitas luar– wajib mengikuti acara ini.   Ustadz Andri Abdul Aziz memandu Sarasehan ini.

Foto: Idrisiyyah

Direktur Operasional Tarekat Idrisiyyah Ustad Adang Nurdin MS, M.Pd, Kepala Divisi Pendidikan Tarekat Idrisiyyah Ustad Asep Deni, M.Pd., menghadiri acara ini.

Pemateri pertama Direktur Operasional Ustad Adang Nurdin, menyampaikan, kondisi kita saat ini ditentukan oleh proses yang kita lakukan di masa lalu, bukan oleh kondisi yang kita rasakan di masa lalu. Maka semakin ekstrem proses yang kita lakukan, akan menghasilkan hasil yang luar biasa.

“Orang sering melihat "sukses" hanya dari hasilnya saja, tanpa sadar malah jadi pribadi yang banyak protes, bukan orang yang banyak melakukan proses,” tuturnya.

Contohnya, masih kata ustadz Adang, ketika kita biasa menghadapi jalan bebatuan dan terjal, maka akan mudah ketika menghadapi jalan yang lurus dan lapang. "Sehingga semakin besar peluang menjadi orang yang sukses, bagi mereka yang selalu menjalani proses yang pahit," katanya mengambil kiasan.

Masih ditempat yang sama Kepala Divisi Pendidikan Tarekat Idrisiyyah Ustad Asep Deni, M.Pd menyampaikan, motivasi arahan apapun dari para motivator, apabila kita tidak mengaplikasikannya dalam kehidupan selamanya kita tidak akan berubah menjadi lebih baik.

“Bukan hanya mendengarkan kutipan yang luar biasa dari para motivator akan tetapi berlanjut dengan pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ustad Asep Deni, M.Pd juga menyampaikan, usaha akan berdampak pada masa depan, karena para  pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Tantangan zaman semakin besar maka  cara menghadapinya pun harus ekstra, sehingga dengan hadirnya Mahasantri Idrisiyyah di tempat ini dalam acara Qini Nasional ke-139 merupakan sesuatu yang luar biasa ditengah kondisi zaman yang semakin mencekam.

Kode etik merupakan sesuatu yang penting karena segala bentuk tindakan baik positif maupun negatif akan berdampak pada lembaga pendidikan diatasnya.

Kode etik merupakan suatu bentuk aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian kode etik adalah refleksi dari apa yang disebut dengan "self control” (kontrol diri sendiri), karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

Pemateri selanjutnya dari Kepala Divisi Layanan dan Pembinaan Keluarga Sejahtera (LPKS) Ustad Hanhan Burhani, S.Pd dengan materi, Pengenalan Lembaga LPKS kepada para pemuda dan pemudi Idrisiyyah. Dalam penyampaian materi beliau menyampaikan kutipan kata mutiara sebagai motivasi para mahasiswa.

“Sejak menjadi istrimu aku ingin terus belajar, belajar untuk mencintaimu,” maksudnya momen terindah bersama pasangan adalah ketika telah diikat dengan janji yang suci (pernikahan).

Acara ditutup dengan penyampaian kode Etik mahasiswa Idrisiyah oleh Ketua umum FKMI Ustad Ega Abdul Ghafur, S.Pd.I


MUHAMMAD SYARIF | SALMAN AL FARIZI