Informasi Aktual
Minggu, 25 November 2018
Rumah Limasan, Standar Kampung Santri Idrisiyyah
Rumah Limasan
Divisi Umum Tarekat Idrisiyyah membangun Rumah Limasan untuk mendukung sarana belajar mahasantri Mahad Aly Idrisiyyah di Pesantren Idrisiyyah, Tasikmalaya, Sabtu (17/11).

idrisiyyah.or.id | Informasi Aktual - Divisi Umum Tarekat Idrisiyyah membangun Rumah Limasan untuk mendukung sarana belajar mahasantri Mahad Aly Idrisiyyah di Pesantren Idrisiyyah, Tasikmalaya, Sabtu (17/11)

Rumah Limasan adalah rumah tradisional masyarakat Jawa, yang didatangkan dari daerah Jepara dengan ukuran 10 x 14.

Menurut Perwakilan Divisi Umum, Zulfahmi Afifi, dibangunnya limasan karena pesantren  kekurangan sarana untuk asrama Mahad Aly, dan kekurangan sarana penerimaan tamu. "Limasan ini untuk menjadi asrama dan sarana belajar, sedangkan untuk Rumah Joglo (asrama mahasantri sebelumnya) kami fungsikan kembali menjadi guest house," jelas pria yang biasa disapa Bang Zul ini

Foto: Idrisiyyah

Untuk sekarang, masih kata Bang Zul, secara fisik bangunan limasan ini sudah jadi dan sudah bisa digunakan mahasantri, "Tinggal merapihkan dapur dan toilet sebagai bagian bangunan pelengkap agar Mahad Aly mandiri," jelasnya.

Bang Zul menambahkan, Limasan ini di datangkan dari Jepara sudah membentuk rumah seperti sekarang. Usianya pun sudah lebih dari 50 tahun, makanya kalau dilihat ada beberapa bagian yang keropok.

"Dari Jepara kita bongkar, lalu kita pasangkan lagi di pesantren, cuma di Jawa lantainya masih dengan tanah kalau disini diperbaharui memakai keramik," tuturnya.

Foto: Idrisiyyah

Selain menambahkan keramik, juga dilakukan penggantian cat dan karena ini bangunan lama, jadi ada beberapa dinding kayu yang diganti oleh papan baru.

Lama penegerjaan, perakitan limasan selama 10 hari, kemudian renovasinya selama 40 hari. Terkait anggaran biaya pembangunan Zulfahmi Afifi mengaku belum bisa menyebutkannya.

"Terutama untuk Mahad Aly ini yang harus ditekankan kebersihannya, dan fasilitas yang ada harus dirawat, karena fasilitas yang ada ini bukan hanya untuk Mahad Aly yang sekarang saja, tapi untuk dipake kader santri Mahad Aly yang lain," kata Bang Zul mengingatkan.

Rencananya akan ada 2 limasan lagi dengan posisi berhadapan, kedepannya akan jadi semacam kampung santri.

 


MUHAMMAD FAHMUDDIN | SALMAN AL FARIZI