Informasi Aktual
Sabtu, 1 Desember 2018
Rakornas Pertama Zawiyah Tarekat Idrisiyyah Se-Indonesia
Rakornas Koordinaator Zawiyah
Koordinator Zawiyah Tarekat Idrisiyyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zawiyah Se-Indonesia, di Aula Musyahadah, Masjid Al Fattah, Tasikmalaya, Kamis (22/11).

idrisiyyah.or.id | Informasi Aktual - Koordinator Zawiyah Tarekat Idrisiyyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zawiyah Se-Indonesia, di Aula Musyahadah, Masjid Al Fattah, Tasikmalaya, Kamis (22/11).

Foto: Idrisiyyah

Menurut Koordinator Zawiyah Tarekat Idrisiyyah Ustadz Abdul Kholid, S.Pd.I, Rakornas untuk membangun semangat kebersamaan setiap zawiyah yang berada dibawah binaan Tarekat Idrisiyyah. "Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan dan akan dilaksankan setiap 4 bulan sekali pada awal event Qini Nasional," kata Ustadz Abdul Kholid.

Rakor diawal Qini Nasional, masih menurut Ustadz Khloid, agar Ketua Zawiyah datang lebih awal, sehingga menjadi uswah hasanah bagi jamaah. "Agar mereka mampu mempersiapkan diri menyambut kedatangan para jamaah yang berdatangan di setiap zawiyyah," terangnya.

Turut menghadiri acara ini, Staff Ahli Ir. Irfan Budiono, Direktur Oprasional Ustadz Adang Nurdin, M.Pd, Kepala Divisi Pendidikan Ustadz Asep Deni, M.Pd, Kepala Divisi Umum Ustadz Haerul Anam, dan Pengurus Majlis Ketarekatan.

Foto: Idrisiyyah

Dalam kesempatan tersebut Direktur Operasional Tarekat Idrisiyyah Ustadz Adang Nurdin, M.Pd membuka Rakornas Perdana Zawiyah Se-Indonesia sekaligus memberikan arahan kepada seluruh ketua zawiyah.

"Setiap zawiyah harus memberikan contoh dan mampu mewujudkan bahwa zawiyah akan menjadi etalase Tarekat Idrisiyyah," kata ustadz Adang.

Sehingga, masih kata Ustadz Adang, setiap pengurus zawiyah memiliki peran dan akan mampu menggerakan seluruh roda kegiatan yang ada di setiap zawiyah. "Tujuannya untuk mendukung 5 pilar divisi yang telah ditentukan oleh Mursyid Tarekat Idrisiyyah Syekh Akbar M Fathurahman," tambahnya.

Ustadz Kholid menjelaskan, Perlu di ketahui, zawiyah yang berada di dalam binaan Tarekat Idrisiyyah terbagi kedalam dua bagian, ada zawiyah yang struktur organisasinya mengimplementasikan Lima Pilar Divisi tarekat, dan ada juga zawiyah yang baru terbentuk ketua, sekertaris dan bendahara saja. "Sehingga untuk menggali potensi yang ada di zawiyah memerlukan proses dan waktu," ungkap Ustadz Kholid.

Dengan adanya Rakornas ini, dibawah Koordinator Zawiyah akan dibentuk Koordinator Wilayah, yaitu membentuk zawiyah terdekat kemudian ditunjuk sebagai koordinator wilayah, perannya hanya sebatas untuk mengkoordinir saja, kebijakan masih diserahkan kepada koordinator zawiyah dibawah Direktur Oprasional sehingga setiap kegiatan zawiyah akan terbantu oleh zawiyah terdekat dengan adanya koordinator wilayah.

Adapun melihat kondisi zawiyah, ada yang dekat dan yang jauh, untuk mengimplementasikan 5 pilar yang ada di tarekat idrisiyyah, mungkin di zawiyah ada yang lebih mendahulukan ekonomi karena melihat potensi zawiyahnya, ada juga yang mendahulukan membuka pendidikan formal, karena potensi SDM yang mumpuni sehingga bisa membuka lembaga pendidikan formal, ada juga zawiyah yang baru saja membuka majlis taklim.

Melihat dari beberapa hal tersebut, potensi SDM membutuhkan ruang yang lebih banyak, sehingga Koordinator Zawiyah Ustadz Abdul Kholid, mengundang Kepala Divisi Pendidikan Ustadz Asep Deni, M.Pd untuk mensosialisasikan kepada seluruh ketua zawiyah supaya memiliki kader sendiri. "Jadi ketika zawiyah membutuhkan kader dan akan membuka bagian dari 5 pilar tarekat idrisiyyah kadernya sudah disiapkan dari sekarang," pungkasnya.


MUHAMMAD FAHMUDDIN | SALMAN AL FARIZI