MENUNDA KESENANGAN SESAAT

Ustadz Luqman Al-Hakim • 03 Oktober 2024

MENUNDA KESENANGAN SESAAT

Pd th 1972 seorang ilmuwan yg bernama Stanford melakukan sebuah penelitian yang bernama Marshmallow experiment. Yakni meneliti sejauh mana kesabaran dalam menunda kenikmatan (kepuasan). Pada eksperimen tersebut, beberapa anak diberikan sebutir permen Marshmallow di hadapannya (di sebuah meja). Kepada anak tersebut disampaikan jika ia menunda untuk memakannya selama 20 menit ia akan diberi Marshmallow lagi. Peneliti itu pun keluar dari ruangan.


Pada ruangan dilengkapi kamera tersembunyi sehingga terlihat ekspresi anak yang beraneka ragam. Ada yang mampu bertahan menahan godaan, ada yang tidak sabar memakannya, ada yang ragu-ragu dan menyantapnya, dan lain-lain.


40 tahun kemudian peneliti melacak anak-anak tadi, dan ternyata diketahui bahwa anak-anak yang disiplin bertahan 'menahan kepuasan' dalam uji coba tersebut kebanyakan menjadi orang-orang yang sukses, karir yang bagus, dan memiliki hubungan sosial yang baik.


Inilah revolusi mental yang harus dibangun dalam kehidupan sehari-hari. Menunda kepuasan sesaat. Mulai dari hal terkecil, seperti tidak main hp sebelum tidur agar bisa bangun tahajud, menunda berbagai kesenangan demi shalat berjamaah, menjaga tawasul bareng untuk menciptakan kebersamaan, dan lain-lain. Sehingga kata-kata 'Maaf Tuhan, saya sedang sibuk!' tidak lagi menjadi alasan yang membelenggunya terus menerus.


Dalam dunia ini kita hanya memiliki 2 pilihan rasa sakit, pertama rasa sakit kedisiplinan dan kedua, rasa sakit karena penyesalan. Bagaimana pilihan Anda?