DIJEMPUT PARA MALAIKAT

Ustadz Luqman Al-Hakim • 26 September 2024

DIJEMPUT PARA MALAIKAT

Beberapa tahun lalu, kita masih teringat salah seorang yang rajin mengingatkan murid bangun tahajud di akun medsos telegram, dialah P Wakijo. Ketika itu ia bertugas menjaga saung zawiyah Bandung. Di sana Alm berkhidmah merawat saung sederhana yang biasa dipakai untuk menginap Syekh Akbar di Bandung ketika transit.


Saat Syekh Akbar mendengar P. Wakijo meninggal sendirian di Saung, Beliau merasa sedih dan kasihan. Saat meninggalnya tidak ada yang tahu. Padahal seminggu sebelum meninggal dia baru saja memijat Syekh Akbar. Dan setiap Syekh Akbar ke sana Beliau ingin dipijat olehnya. Saat itu Syekh Akbar sempat bertanya kepadanya tentang berapa usianya. Ternyata usianya lebih dari 63 th. Mendengar hal itu Syekh Akbar berkata, 'Wah, sudah dapat bonus.'


Ketika keluar ungkapan duka tersebut tiba-tiba terdengar suara, 'Justru karena hanya sekadar khidmah memijat itulah ia dijemput oleh para malaikat saat meninggalnya. Dan di alam kuburnya benar-benar dibahagiakan'. Demikianlah penghargaan Allah kepada murid yang berkhidmah meskipun secara lahiriyahnya sederhana yang ia lakukan. Di sisi Allah mahal dan tak ternilai.


Kepribadiannya


Syekh Akbar kenal Alm cukup lama. Sejak masih kuliah di UIN Bandung Beliau tinggal bersama Alm. Alm berkhidmah di Saung Graha Karomah Padalarang tanah milik Tarekat. Di sana P. Wakijo bercocok tanam dan hasilnya bisa dijual mudah ke pasar.


Sosok Alm P. Wakijo adalah orang yang rendah hati, giat, dan tekun. Dan selalu menolong orang lain. Namun dengan apa yang telah diperbuatnya ia tidak pernah menuntut imbalannya. Karakternya suka mengalah (demi kebaikan).


Saat Syekh Akbar transit di Graha Bukit Raya 3 Cilame Bandung Barat, pasti P. Wakijo memijat Beliau sampai badan sudah terasa fresh sebelum mengisi kajian. Terakhir Alm memijat Syekh Akbar pada tgl 15 Oktober 2023.


Dalam kesehariannya ia termasuk orang yang akrab dengan warga sekitar. Warga di dekat saung selalu minta air ke saung, Alm membantu mengatur aliran airnya. P. Wakijo yang telah akrab dengan warga di sana, selalu mendakwahkan Tarekat dan mengenalkan sosok Syekh Akbar sebagai Guru Mursyid. Ia tidak segan-segan mengajak bareng nonton Serambi Islami dengan tetangga Saung. Sewaktu meninggal semua tidak percaya karena terlihat fisiknya kuat dan masih gagah.


Menjadi Murid


Alm Wakijo menjadi murid Idrisiyyah sejak masih bujangan sekitar th. 1984, bahkan menemukan istri (Nani Suhaeni) pun sedang mesantren di Idrisiyyah. Saat itu ia berkhidmah lewat Ajg. Nasrudin di Cilolohan. Keluarganya kebanyakan menjadi anggota LDII, hanya dia yang menjadi murid Tarekat.


Di zaman Syekh Akbar M. Dahlan P. Wakijo sempat dipenjara oleh Koramil Cikutra selama 7 hari karena dianggap sesat mengamalkan dzikrul Makhsus. P. Wakijo pun akhirnya bisa bebas karena ada aduan ke Wakil Panglima ABRI zaman Suharto. Maka Koramil Cikutra langsung mendapatkan intruksi untuk membebaskan.


Alm merupakan sosok yang suka memperkenalkan Guru Mursyid kepada orang lain. Menurut sepupunya, Alm selalu mengajak dirinya untuk mengaji. Bahkan Alm menyediakan ongkos buatnya.