MURID YANG BERHATI MULIA

Ustadz Luqman Al-Hakim • 17 September 2024

MURID YANG BERHATI MULIA

Sebagaimana biasa di setiap bulan Syekh Akbar berangkat ke Jakarta dalam rangka mengisi dakwah rutin yang telah terjadwal. Kali ini Syekh Akbar akan mengisi di MRKR Jaksel. Beliau berangkat pada malam hari untuk menginap di rumah salah satu murid. Ketika Beliau sedang shalat tahajud, Syekh Akbar mendapatkan ilham bahwa murid ini adalah wali Allah karena hatinya bersih dari dunia dan makhluk.


Di pagi harinya, Syekh Akbar mengobrol dengan murid tersebut, ternyata dirinya sudah berkhidmah menjadi pengurus. Pengurus belajar membantu guru, termasuk Syekh Akbar yang sedang menghadapi masalah keuangan. Seperti dulu Rasulullah Saw berjuang selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Suatu ketika Nabi menengok Fatimah putrinya dan mendapatkan putrinya belum makan selama 1 hari. Maka Nabi berkata, "Aku sudah 3 hari belum makan dan mengganjal perutnya dengan batu." Itulah beratnya perjuangan Nabi Saw di Mekkah sampai Nabi Saw diperintahkan oleh Allah untuk hijrah ke Madinah. Peperangan demi peperangan dilalui dengan kemenangan dan kekalahan. Kekalahan dialami dalam perang Uhud akibat dari para pasukan Nabi Saw tertipu oleh siasat panglima perang musuh, Khalid bin Walid, yang pura-pura kalah lalu meninggalkan ghanīmah. Ketika pasukan Nabi Saw sedang berebut ghanīmah, sahabat yang di atas bukit, yaitu para pasukan pemanah, tidak tahan dan takut tidak kebagian, sehingga turun ke bawah bukit untuk berebut ghanīmah.


Lanjut ke cerita, si murid berniat menjual rumahnya yang besar, kemudian digantikan dengan yang kecil saja, dan sebagian uangnya akan diserahkan kepada tarekat. Inilah hati murid yang hatinya bersih dari dunia dan makhluk. Semoga dari kisah inspiratif ini, kita semua dapat mencontoh teladan perilaku para wali dan orang-orang saleh.