SI PEMBERANI (Kisah 3)
Ustadz Luqman Al-Hakim • 16 September 2024
SI PEMBERANI (Kisah 3)
Dulu, pengajian Syekh Akbar Muhammad Dahlan Ra waktunya tengah malam Jumat (mulai jam setengah 11). Seperti biasa pemuda M. Daud sebelum menjadi Khalifah naik omprengan (mobil angkot) setelah bubar pengajian dari Batu Tulis ke Bekasi. Ketika mobil sampai di UKI (Cawang) untuk sampai ke Bekasi harus dengan kendaraan angkot yang lain. Mobil angkot bagian belakangnya terbuka, dengan panjang berhadap-hadapan, dan memuat sekitar 12 orang. Kalau dilihat dari mobil di belakangnya akan kelihatan semua penumpang di dalamnya.
Suatu ketika ia naik bersama penumpang lain. Di tengah jalan naiklah beberapa pemuda yang bertubuh tegap memenuhi angkot. Setelah berjalan beberapa km, tiba-tiba para pemuda tersebut melakukan aksi begal kepada para penumpang. Satu per satu penumpang diperas. Penumpang di bagian paling belakang tidak berdaya mendapatkan ancaman para pemuda itu. Apalagi mereka dibekali dengan senjata tajam yang sewaktu-waktu dihujamkan ke tubuh korbannya. Melihat pemandangan seperti itu Syekh Akbar yang ketika itu duduk paling pojok tepat di belakang supir, serta merta menghentikan angkot di tengah tol. Ia turun di tengah jalan lalu menghadap ke para pembegal. Sambil mengacungkan kedua jempolnya, ia berteriak di pinggir jalan tol, 'Hebaat, hebat! Kelakuan kalian bagus, cakep! Patut dicontoh! Teruskan apa yang kalian inginkan! Bagus, bagus. Terus, terusin!' Mendengar suara M. Daud yang lantang itu, para pemuda bukan meneruskan aksi perampokannya, tapi malah ketakutan mendengar suara beliau. Entah apa yang telah mereka lihat dan saksikan. Mereka semua mengurungkan niatnya dan tidak jadi meneruskan perbuatannya. Pembegal itu satu persatu turun dan keluar dari angkot, lari tunggang langgang.