TAREKAT PRODUKTIF
Ustadz Luqman Al-Hakim • 13 September 2024
Sejauh ini kita baru berbicara tentang ajaran-ajaran keagamaan Tarekat Sanusiyyah. Namun seandainya Pendiri Tarekat itu merasa puas hanya dengan kumpulan ajarannya, maka ia tidak terlalu berbeda dengan tarekat-tarekat lainnya. Perbedaan penting antara Tarekat Sanusiyyah dan kelompok-kelompok sejenis lainnya terletak pada tekanan Pendiri Tarekat Sanusiyyah dan para penggantinya pada sisi kehidupan praktis; praktis dalam pengertian produktif. Jadi para ikhwan Sanusiyyah dan pengikutnya diharapkan dapat mempraktekkan pekerjaan tertentu yang memungkinkan mereka mendapatkan penghasilan. Sanusi al Kabir ingin agar orang-orang bekerja giat. Dia mendorong mereka untuk menggali (tambang) emas yang ada dalam tanah, dan yang sering dikatakan bahwa benda-benda mulia terdapat dalam penanaman pohon atau dalam daun-daunnya. Karena prakteknya itulah kita melihat bahwa beberapa oase sejauh ini dapat mencukupi kebutuhannya sendiri. Di Jaghbub ia melihat bahwa sebuah pabrik roti dengan oven besar, sebuah pabrik pembakaran kapur dan banyak lainnya dibangun. Menurut Duveyrier (peneliti Barat) dalam jangka waktu 13 tahun sejak berdirinya zawiyah di Farafra pada tahun 1860, tempat itu berubah dari tempat yang ditelantarkan orang menjadi kebun-kebun yang paling produktif. Duveyrier, dalam penghargaannya terhadap pekerjaan semacam ini, mengatakan:
"Kebun buah-buahan di sebuah oasis merupakan hasil usaha luar biasa dan perjuangan secara berkesinambungan menghadapi berbagai unsur terkait: ketidaksuburan padang pasir, sinar matahari yang sangat panas menyengat, kekeringan udara dan angin kencang yang menghembus bukit-bukit pasir secara terus menerus."
Jadi, sebuah zawiyah, sebagaimana dipahami oleh Sanusi al Kabir, adalah tempat untuk bekerja keras, bekerja dengan tekun dan usaha yang produktif. Tarekat Sanusiyyah melarang mengemis dan mencela kehidupan bermalas-malasan. Bekerja adalah sesuatu yang esensi, dan kerja sama dan bergotong royong secara sempurna merupakan landasan-landasan aktivitas Sanusiyyah.