KARAMAH MURSYID RABBANI : DISEMBUHKAN LEBIH DAHULU
SNIKDewi • 13 September 2024
Ada kejadian menarik saat Syekh Akbar dirawat di Rumah Sakit beberapa hari yang lalu. Diketahui penyakit tersebut sudah dirasa selama 8 bulan belakangan ini oleh beliau. Namun siapa sangka sakit yang dianggap biasa, justru tidak sesederhana itu setelah beliau periksa ke dokter ahli saraf terbaik di dunia (mendapatkan penghargaan dari 4 benua). Cairan yang keluar dari hidung ternyata menandakan ada cairan dari otak yang bocor sehingga harus segera ditindak. Jika tidak, maka kemungkinan virus masuk akan semakin besar.
Beliau anggap biasa, dan menjadi Allah SWT memberikan ujian kepada hamba-Nya untuk dihadapi dengan sebaik-baiknya. Selama 1 jam berada di ruang operasi, Syekh Akbar tidak merasakan apapun. Bahkan tanpa sadar cairan sudah tidak keluar lagi bahkan sejak malam sebelum tindak operasi dilakukan. Dokter yang menangani beliau pun sampai terheran. Biasanya, beliau menghabiskan banyak tisu untuk menahan cairan tersebut agar tidak keluar.
Rupanya Allah sengaja membuat beliau lupa akan penyakitnya tersebut supaya terjadi ujian ini. Seperti halnya saat Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Ismail, namun ujian berlangsung hanya sampai pelipis Ismail menyentuh tanah.
Ini merupakan salah satu bukti bahwa jika Allah sudah berkehendak, maka kita tidak lagi butuh sebab. Sesuatu yang mahal di sisi Allah dari suatu ujian yang datang adalah merasakan pahit, merasakan berat dan merasakan ridho atas yang terjadi pada dirinya. Sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi murid untuk belajar merasa ridho terhadap takdir Allah yang pahit sebab banyak hikmah dan pembelajaran di dalamnya.
Salah satu contoh ridho terhadap ujian yang diberikan oleh Allah, bisa kita contoh dari salah satu murid teladan bernama Daud Burhani. Murid yang dikenal dengan sapaan Ajengan Daud ini rupanya sudah hampir 3,5 tahun diberi ujian sakit oleh Allah. Ujian ini membuat aktivitas khidmahnya tidak seleluasa seperti sebelumnya. Saat Syekh Akbar menjenguk keadaannya, diketahui bahwa Ajengan Daud ini diberikan mutiara oleh Allah berupa ingatan yang masih tajam. Jadi selama mendapat ujian sakit, tidak membuatnya mengeluh, bahkan tetap rutin mengikuti kajian Syekh Akbar melalui streaming. Bahkan ia masih bisa mengingat judul kajian dan dalil-dalil yang Syekh Akbar sampaikan 1 tahun yang lalu.
Seorang murid apabila terbimbing, maka akan terjaga oleh Allah. Kita harus ingat bahwa agama merupakan proyek Allah, Barangsiapa yang membantu menyukseskan membantu di jalan Allah, maka derajatnya agung di sisi Allah. Berjuang, berjihad, berkhidmah bukanlah perihal menerima, melainkan mengorbankan yang kita miliki untuk berjuang di jalan Allah. Semoga kita dimampukan berjuang, berjihad, berkhidmah hingga akhir hayat kita dan dilanjutkan oleh anak dan cucu kita. Aamiin YRA.