Keutamaan Waktu Antara Maghrib dan Isya
Syekh Akbar M. Fathurahman, M.Ag • 19 Desember 2024
Keutamaan Waktu Antara Maghrib dan Isya
Syekh Abu Thalib al-Makki dalam bukunya Qūt al-Qulūb mengajarkan bahwa seorang murid dianjurkan untuk melakukan shalat sunnat setelah Maghrib sebanyak enam rakaat. Shalat ini sebaiknya dilakukan sebelum berbicara dengan orang lain.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an:
فَلَآ اُقْسِمُ بِالشَّفَقِۙ
"Aku bersumpah demi syafaq (mega warna putih semu kuning)." (Q.S. Al-Insyiqaq [84]:16)
Yang dimaksud dengan asy-syafaq (mega warna putih semu kuning) dalam ayat tersebut adalah waktu antara Maghrib dan Isya. Pada waktu ini, disunnahkan untuk melakukan shalat sunnat, yang dikenal dengan nama shalat al-Awwabin (shalat orang-orang yang bertaubat). Dalam istilah lain, shalat ini juga disebut shalat al-ghaflah (shalat di saat orang-orang terlena).
Yunus bin Ubaid, dari al-Hasan, memberikan penjelasan tentang firman Allah dalam surah As-Sajdah:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ
"Lambung mereka jauh dari tempat pembaringan." (QS. As-Sajdah [32]:16)
Menurut Yunus, yang dimaksud dengan ayat ini adalah melakukan shalat sunnat antara Maghrib dan Isya. Anas bin Malik juga pernah ditanya tentang orang yang tidur antara Maghrib dan Isya. Ia menjawab, "Janganlah melakukannya, karena waktu tersebut adalah saatnya Allah memuji orang-orang mukmin yang melakukan shalat pada waktu tersebut, seperti yang disebutkan dalam surah As-Sajdah."
Ibn Abi Dunya meriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad ﷺ ditanya tentang maksud ayat dalam surah As-Sajdah ayat 16. Rasulullah ﷺ menjawab, "Yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah waktu antara Maghrib dan Isya. Hendaklah kalian membiasakan shalat pada waktu itu, karena shalat tersebut dapat menghapus tindakan-tindakan yang sia-sia di awal siang dan membersihkan amal di akhir siang."
Yang dimaksud dengan "menghapus tindakan sia-sia" adalah menghilangkan kebatilan dan perbuatan yang tidak bermanfaat. Sedangkan "membersihkan amal di waktu sore" berarti menyucikan dan memperbagus amal perbuatan kita.
Selain itu, dianjurkan untuk melakukan i’tikaf di masjid antara Maghrib dan Isya, sebagai waktu untuk menunggu shalat dan membaca Al-Qur’an. Terdapat banyak keterangan mengenai keutamaan i’tikaf pada waktu tersebut.