Kajian Islam: Agama Dijaga oleh Allah dari Penyelewengan
KOMINFO IDRISIYYAH • 05 Februari 2025
Kajian Islam: Agama Dijaga oleh Allah dari Penyelewengan
Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT dengan jaminan keaslian dan kesuciannya. Sejak awal pewahyuan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW, selalu ada upaya dari iblis dan pengikutnya untuk merusak dan menyimpangkan ajaran agama ini. Namun, Allah SWT telah berfirman:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ ( الحجر/15: 9)
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya" oleh karenanya sesuai dengan janji Allah agama Islam akan selalu terjaga dari segala bentuk penyelewengan.
Upaya Iblis dalam Menyesatkan Manusia
Iblis memiliki tugas utama untuk menyesatkan manusia, termasuk dengan mencoba mempengaruhi wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, setiap usaha iblis untuk mengubah, menambah, atau mengurangi wahyu selalu gagal karena perlindungan langsung dari Allah SWT. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, iblis terus berusaha menanamkan keraguan dan pemahaman yang keliru terhadap agama Islam agar manusia jauh dari kebenaran.
Upaya iblis ini bisa diibaratkan seperti sumber air yang jernih—jika sumbernya dicemari, maka air yang mengalir ke masyarakat pun akan rusak. Begitu pula dengan ajaran Islam, jika ada pihak yang mencoba menyimpangkannya, maka umat Islam harus tetap berpegang teguh pada sumber yang benar, yaitu Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.
Tantangan di Era Modern
Di zaman sekarang, banyak orang yang kurang memiliki pemahaman agama tetapi merasa berhak untuk mengkritik atau menafsirkan ajaran Islam sesuka hati. Mereka berbicara tanpa ilmu, seperti seseorang yang bukan ahli ekonomi tetapi berani mengomentari teori ekonomi. Agama Islam adalah ajaran yang memiliki kaidah dan disiplin ilmu yang harus dipahami dengan benar, bukan sekadar opini tanpa dasar.
Sikap meremehkan ilmu agama ini membuka peluang bagi penyelewengan dan kesalahpahaman dalam memahami Islam. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk merujuk kepada para ulama yang memiliki kedalaman ilmu dan sanad keilmuan yang jelas dalam memahami ajaran agama.
Peran Ulama dan Tasawuf dalam Menjaga Kemurnian Islam
Dalam dunia tasawuf, para ulama sufi berpegang teguh pada metodologi yang memastikan kemurnian agama tetap terjaga. Mereka tidak hanya mengandalkan akal semata, tetapi juga menggunakan "asyroqot basoirul sufiyah" (mata hati yang diterangi oleh cahaya Ilahi). Seperti bulan yang memantulkan cahaya matahari, para ulama sufi mendapatkan bimbingan dari Allah SWT melalui ajaran yang diwariskan secara turun-temurun oleh para guru yang bersanad.
Sebagai umat Islam, kita harus istiqamah dalam mengikuti ajaran Islam yang benar, berpegang teguh pada Al-Qur'an, sunnah, dan bimbingan ulama yang lurus. Seperti yang dikatakan oleh Syekh Junaid Al-Baghdadi,
طَرِيْقَتُنَا مُشَيَّدَةٌ بِالْكِتَابِ والسُّنَّةِ. وَأَنَّهَا مَبْنِيَةٌ عَلَى سُلُوْكِ أَخْلَاقِ الْأَنْبِيَآءِ وَالْأَصْفِيَآءِ.
“Thariqah kami ini dikuatkan dengan al Quran dan as Sun-nah karena sesungguhnya thariqah kami dibangun mengikuti jejak perjalanan akhlak para Nabi dan orang-orang pilihan”. (Al Kawākib asy Syāhīq fi al Farq bayn al Murīd ash Shādiq wa ghayr Shādiq, Abd. Wahab asy Sya’rani, hlm. 26)
Dengan tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT, kita akan terhindar dari penyelewengan dan semakin dekat dengan-Nya. Semoga Allah SWT selalu menjaga keimanan kita dan menjauhkan kita dari fitnah serta penyimpangan dalam memahami agama. Aamiin.