Menjadi Mudah dengan Bertarekat
MK IDRISIYYAH • 06 Februari 2025
Menjadi Mudah dengan Bertarekat
Dalam penerapan fiqih, Tarekat Idrisiyyah di Indonesia mengikuti madzhab Syafi’i, namun ada beberapa perbedaan dengan pengikut madzhab mayoritas ini. Salah satu perbedaannya terletak pada sikap terhadap penggunaan madzhab lain. Banyak orang yang fanatik dengan madzhab mereka dan tidak membolehkan penggunaan madzhab lain (talfiq), namun Idrisiyyah, dengan wewenang Mursyid, menerapkan talfiq atau intiqāl (menggunakan madzhab lain yang sudah terkodifikasi) dalam kasus-kasus tertentu. Contohnya, dalam ibadah umrah atau haji, seperti saat thawaf atau sa'i, di mana hukum batalnya wudhu karena bersentuhan antara pria dan wanita berbeda menurut madzhab Syafi’i.
Mudāwan adalah istilah yang merujuk pada madzhab yang sudah tersusun dan terkodifikasi dengan lengkap. Sebagian madzhab lainnya tidak begitu lengkap dan memiliki sedikit pengikut. Madzhab keempat (Hanafi, Maliki, Hanbali, Syafi’i) adalah yang paling banyak diikuti di dunia hingga kini. Dalam beberapa hal, Mursyid dalam Tarekat Idrisiyyah bisa memilih pandangan yang lebih bijak, seperti dengan merujuk pada qaul para Sahabat atau Tabi’in.
Contoh lainnya, dalam fiqih Syafi’i, mengqadha shalat dianggap wajib meskipun tertinggal lama, bahkan jika seseorang baru menjadi mukallaf setelah 10 tahun. Kewajiban tersebut tetap berlaku. Namun, jika pandangan ini dipertahankan tanpa mempertimbangkan konteks zaman, maka bisa dianggap kurang bijaksana. Oleh karena itu, Mursyid dalam Tarekat Idrisiyyah cenderung mengadopsi pandangan Sahabat Umar Ra yang menyatakan bahwa tidak ada kewajiban qadha shalat kecuali karena lupa. Pandangan ini dianggap lebih bijaksana. Sebagai pengganti, shalat sunnah di bulan Ramadhan menjadi cara untuk menambal shalat yang tertinggal.
Tarekat, seperti halnya madzhab dalam fiqih, merupakan jalan atau metode dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Apa yang terdapat dalam Quran dan Sunnah tidak mungkin merumuskan seluruh hukum atau dalil secara lengkap untuk semua masalah yang muncul. Oleh karena itu, masalah umat di zaman modern ini dijawab oleh orang yang mendapatkan petunjuk Ilahi di setiap generasi, yaitu Mursyid Sufi. Mursyid adalah orang yang memahami kondisi zamannya dengan bimbingan Tuhan. Tarekat merupakan konsep yang merumuskan ilmu tasawuf, dan dengan bertarekat, mengamalkan tasawuf akan menjadi lebih mudah.