Penolakan Iblis terhadap Wasilah
MK IDRISIYYAH • 08 Februari 2025
Penolakan Iblis terhadap Wasilah
Tanpa disadari, orang-orang yang meremehkan wasilah (perantara) dalam ibadah, sesungguhnya menyerupai perilaku Iblis. Peristiwa di mana Iblis menolak untuk sujud kepada Adam AS adalah bukti bahwa ia enggan menggunakan wasilah dalam pengabdiannya kepada Allah SWT.
Iblis ingin beribadah langsung kepada Allah tanpa perantara. Namun, Allah justru menghendaki hal yang berbeda. Allah menjadikan para Utusan-Nya sebagai sarana untuk menunjukkan kecintaan seseorang kepada-Nya. Dalam syahadat, Allah senantiasa menyandingkan nama-Nya dengan para Utusan-Nya, yang menunjukkan bahwa Allah menginginkan umat-Nya mencintai para Utusan-Nya, sebagai bukti dari kecintaan mereka kepada-Nya.
Cinta kepada Allah tidak hanya cukup dengan ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan taat kepada para Utusan-Nya. Allah berfirman, "Katakanlah (wahai Utusan-Ku), jika kalian mencintai-Ku maka ikutilah aku!" (QS. Ali Imran: 31). Cinta yang sejati kepada Allah tercermin dalam kepatuhan kepada Utusan-Nya. Hal ini lah yang tidak dilakukan oleh Iblis terhadap Adam AS.
Iblis berprinsip bahwa ia menginginkan tauhid yang murni, tanpa ada yang menghalangi ibadahnya selain Allah. Ia ingin beribadah hanya kepada Allah, tanpa adanya perantara atau perasaan yang dapat membuatnya menyekutukan-Nya. Sayangnya, banyak orang yang merasa telah mencapai makrifat, terjebak dalam pola pikir seperti ini.
Perbuatan Iblis menolak wasilah menunjukkan betapa pentingnya mengikuti perantara yang telah Allah tetapkan, dalam hal ini para Utusan-Nya, sebagai wujud kecintaan sejati kepada Allah SWT.