Kaya yang Sebenarnya
MK IDRISIYYAH • 21 Juni 2025
Kisah inspiratif tentang kezuhudan sahabat Nabi Muhammad ﷺ, Abu Dzar Al-Ghifari Ra, diabadikan oleh Muhammad bin Abdillah al-Jardani ad-Dimyathi dalam kitab Al-Jawâhir al-Lu’lu’iyyah fî Syarhil Arba’înan Nawawiyyah halaman 157. Kisah ini bermula ketika Sayyidina Mu’awiyah Ra ingin menguji konsistensi sikap zuhud Abu Dzar.
Suatu hari, Mu’awiyah mengutus seseorang untuk menyerahkan 1.000 dinar kepada Abu Dzar—jumlah yang setara dengan sekitar 3,5 miliar rupiah jika dikonversi saat ini. Utusan itu pun berangkat dengan membawa harta yang melimpah tersebut. Setibanya di kediaman Abu Dzar, ia menyampaikan pesan dari Mu’awiyah dan menyerahkan uang itu.
Tanpa ragu sedikit pun, Abu Dzar menerima pemberian yang sangat besar tersebut. Namun tak lama setelah utusan itu berpamitan, Abu Dzar segera melakukan sesuatu yang tak terduga: ia membagikan seluruh uang itu kepada orang-orang yang membutuhkan, tanpa menyisakan sepeser pun untuk dirinya maupun keluarganya.
Beberapa waktu kemudian, atas perintah Mu’awiyah, utusan itu kembali menemui Abu Dzar dengan wajah penuh kecemasan. “Sungguh, aku telah salah memberikan uang 1.000 dinar itu kepadamu,” ujarnya, terlihat khawatir. “Seharusnya uang ini untuk orang lain, dan aku takut Mu’awiyah akan menghukumku.”
Mendengar pengakuan itu, Abu Dzar menjawab dengan tenang, “Bagaimana mungkin? Demi Allah, uang itu tidak sempat bermalam di sini sedikit pun—langsung kubagikan pada hari itu juga kepada yang membutuhkan. Tapi, tenanglah. Bersabarlah, nanti akan aku ganti.”
Kisah luar biasa ini menunjukkan betapa para sahabat Nabi tidak silau dengan harta dan kekayaan, apalagi tergila-gila pada dunia. Bagi mereka, dunia hanyalah titipan yang berada di telapak tangan, bukan sesuatu yang bersemayam di dalam hati.