Meluruskan Pemahaman tentang Wasilah

MK IDRISIYYAH • 17 Juni 2025

Meluruskan Pemahaman tentang Wasilah

1. Pengertian Wasilah


Definisi:

Wasilah (tawassul) adalah salah satu cara berdoa kepada Allah dengan menggunakan perantara, seperti Nabi, wali, amal saleh, atau kalimat-kalimat Allah, sebagai bentuk upaya mendekatkan diri kepada-Nya.


Dasar Al-Qur'an:

Allah berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 35:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) kepada-Nya."


Tujuan:

Wasilah bukanlah bentuk penyembahan terhadap perantara, melainkan sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah.


2. Bentuk-Bentuk Wasilah yang Sah


Wasilah dengan Kalimat Allah

-Contoh: Doa "A'udzu bi kalimatillāhit-tāmmāh" (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna).

-Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar.


Wasilah dengan Amal Saleh

-Contoh: Kisah tiga orang yang terperangkap dalam gua dan berdoa kepada Allah dengan menyebut amal saleh masing-masing.

-Diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Bukhari dan Muslim.

-Seluruh ulama sepakat akan kebolehannya.


Wasilah dengan Nabi atau Orang Saleh

-Bertawassul dengan menyebut keimanan, kecintaan, dan ketaatan kepada Nabi Muhammad ﷺ atau wali Allah.

-Contoh: Nabi Adam bertawassul dengan hak Nabi Muhammad ﷺ (dalam hadis sahih yang diriwayatkan dalam Al-Mustadrak).

-Ulama berbeda pendapat dalam hal ini, namun mayoritas membolehkannya selama tidak mengandung unsur syirik.


3. Kritik dan Kesalahpahaman tentang Wasilah


Kesalahan Umum:

-Menganggap wasilah sebagai bentuk penyembahan kepada selain Allah (syirik).

-Menuduh sesama muslim yang bertawassul sebagai kafir (sikap takfiri).


Klarifikasi:

-Wasilah bukanlah penyembahan, melainkan sarana untuk berdoa kepada Allah.

-Orang musyrik menyembah berhala dan menjadikannya sebagai sesembahan, bukan sekadar perantara, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Kafirun.


4. Sikap terhadap Perbedaan Pendapat


Prinsip Ahlussunnah wal Jamaah:

-Menghormati perbedaan sebagai rahmat, bukan penyebab perpecahan (iftiraq).

-Menjauhi sikap takfir, yaitu mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil yang jelas.


Pentingnya Belajar:

-Merujuk kepada ulama yang luas keilmuannya, bukan hanya pada satu kelompok tertentu.

-Memahami Al-Qur'an dan hadis secara utuh dan menyeluruh, tidak sepotong-sepotong.


5. Contoh Praktik Wasilah dalam Kehidupan


Doa dengan Wasilah:

-Berdoa di tempat yang dianggap penuh keberkahan, seperti makam para wali, dengan niat untuk lebih dekat kepada Allah.

-Tradisi ziarah kubur ulama sebagai bentuk penghormatan dan untuk mengambil berkah dari ilmu mereka.


Larangan:

-Mengaitkan wasilah dengan praktik syirik seperti memberi sesajen atau sedekah laut dengan keyakinan bahwa rezeki datang dari selain Allah.


6. Kesimpulan


-Wasilah merupakan metode berdoa yang dibenarkan selama tetap dalam koridor tauhid.

-Tiga bentuk wasilah yang diakui: melalui kalimat Allah, amal saleh, dan Nabi atau orang saleh.

-Penting untuk menghindari sikap ekstrem seperti mengkafirkan atau menyekutukan tanpa dasar.

-Umat Islam dianjurkan untuk mempelajari agama dari sumber yang terpercaya dan menghargai perbedaan pendapat sebagai bentuk kekayaan dalam keilmuan Islam.


Simak artikel menarik lainnya tentang "5 Amalan Tarekat Idrisiyyah disampaikan Oleh Mursyid Idrisiyyah dalam Kajian Shubuh Qini Nasional 159" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian


Catatan Tambahan


Referensi Kitab:

-Mafahim Yajibu an Tushahhah karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

-Qaidah Jalilah karya Ibnu Taimiyah


Pesan Utama:

"Ilmu yang luas akan mencegah kita dari sikap ekstrem dan mempromosikan toleransi dalam beragama."