Mahasiswa Tasawuf Ma'had Aly Idrisiyyah Bangun Kolaborasi Nasional di UIN Bandung

KOMINFO IDRISIYYAH • 24 Mei 2025

Mahasiswa Tasawuf Ma'had Aly Idrisiyyah Bangun Kolaborasi Nasional di UIN Bandung

Ma'had Aly Idrisiyyah | Bandung, 17-18 Mei 2025 — Dalam upaya memperkuat sinergi akademik dan nilai-nilai kelimuan di kalangan mahasiswa Tasawuf, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tasawuf wa Thoriqotuhu Ma'had Aly Idrisiyyah turut serta dan menginisiasi pertemuan strategis lintas kampus di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


Acara ini dirangkaikan dengan Milad ke-27 Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi UIN Bandung, mengusung tema:


"Membuka Dialog, Menyatukan Arah: Dinamika Himpunan dalam Ruang Kolaborasi dan Refleksi."


Ketua HMPS Tasawuf Ma’had Aly Idrisiyyah, Faqih Ahlana menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk konkret temu gagasan mahasiswa Tasawuf dari berbagai perguruan tinggi, yang bukan hanya berbagi inspirasi organisasi tetapi juga memperteguh visi spiritual dalam kerangka akademik.


“Semangat kolaborasi ilmiah, integrasi keilmuan lintas institusi dan penguatan jejaring akademik yang kami usung selaras dengan semangat transformasi pendidikan tinggi yang kerap digaungkan oleh Dikti. Maka bolehlah kami berprasangka baik, bahwa meski tak secara langsung, kegiatan ini sesungguhnya mendapat restu moral dari arah kebijakan yang lebih tinggi." ujar Faqih.


Partisipasi Lintas Kampus: Satu Visi, Banyak Arah


Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai institusi, di antaranya:


- UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

- UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

- IAIN Kudus

- IAILM Suryalaya

- Ma’had Aly Idrisiyyah Tasikmalaya


Pertemuan ini bukan sekadar temu kangen organisasi mahasiswa Tasawuf, melainkan ruang berbagi pengalaman, solusi, dan refleksi atas dinamika gerakan spiritual di lingkungan akademik.Ketua Jurusan Tasawuf Psikoterapi UIN Bandung, Dr. H. Cucu Setiawan, S.Psi.I., M.Ag menyampaikan dalam sambutannya "Pentingnya menjadikan Tasawuf sebagai landasan nilai dalam membentuk karakter mahasiswa." Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Dr. R. Yuli Ahmad Hambali, M.Hum., yang mendorong adanya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam bidang Tasawuf dan Psikoterapi.


Diskusi Panel: Tasawuf dan Tantangan Masyarakat Modern


Salah satu sesi unggulan adalah Diskusi Panel bertajuk “Tasawuf Sebagai Relevansi Spiritual dalam Kalangan Masyarakat Modern.” Panel ini menghadirkan pemikir muda dari Ma’had Aly Idrisiyyah:


1. Ustadz Rizal Fauzi, S.Sy., M.Ag. (Mudir Ma'had Aly Idrisiyyah)

2. Ustadz Salman Alfarisi, Lc., M.A. (Kepala Takhasus Tasawuf wa Thoriqotuhu)


Diskusi berlangsung interaktif, membahas bagaimana ajaran Tasawuf mampu menjawab kegelisahan batin masyarakat modern serta pentingnya aktualisasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sosial.


Penguatan Organisasi Mahasiswa Tasawuf


Ketua HMJ Tasawuf dan Psikoterapi UIN Bandung, Gibran Zaid Asyhab, mendorong pentingnya sinergi mahasiswa antar kampus


“Kita disini akan saling bertukar wawasan, informasi atau cara bagaimana setiap instansi atau universitas mengembangkan organisasinya, dimana didalamnya kita saling bertukar cerita ataupun masalah yang terjadi serta bagaimana solusi dan penanganannya,”


Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut. Salah satu inisiatif yang muncul adalah pembentukan forum komunikasi nasional bagi mahasiswa Tasawuf, baik dari prodi Tasawuf wa Thoriqotuhu, Tasawuf dan Psikoterapi, maupun sejenisnya.


Membangun Masa Depan Tasawuf Melalui Kolaborasi


Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam membangun jejaring keilmuan Tasawuf dan organisasi mahasiswa Tasawuf di Indonesia. Kolaborasi lintas kampus ini menegaskan bahwa Tasawuf bukan hanya ilmu masa lalu, melainkan fondasi masa depan yang adaptif terhadap zaman.


Dengan semangat kebersamaan, para mahasiswa Tasawuf mengambil peran aktif dalam membentuk arah baru pendidikan spiritual di tanah air. Dan dari Bandung, harapan besar itu kembali mengalir Tasawuf akan tetap relevan, mendalam, dan mengakar kuat di hati generasi muda.