Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 28 Mei 2025 — Hanya sehari menjelang digelarnya Qini Nasional, suasana di lingkungan Pesantren Idrisiyyah dipenuhi semangat penyambutan yang mendalam. Segala persiapan dilakukan dengan penuh kesungguhan—menyambut para tamu Allah yang akan hadir dari berbagai penjuru negeri untuk menghadiri majelis dzikir dan ilmu yang penuh keberkahan ini.
Tenda-tenda mulai berdiri, area pondok ditata, berbagai ruangan dibersihkan dan disiapkan dengan rapi. Suasana tak ubahnya seperti rumah yang hendak menyambut tamu agung. Semua itu menjadi pertanda bahwa Idrisiyyah tengah membuka pintu hati dan tempat bagi kedatangan para pencari cahaya Ilahi.
Qini Nasional bukan hanya sebuah event besar, tapi sebuah majelis yang menyejukkan jiwa, tempat hati-hati yang rindu kembali menemukan arah. Dalam tradisi Tarekat Idrisiyyah, Qini merupakan momen untuk memperkuat ikatan ruhani antara murid dan mursyid, antara sesama ikhwan dan antara hamba dengan Rabb-nya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, suasana pesantren perlahan berubah menjadi oase spiritual. Tempat ini bukan hanya menjadi tuan rumah secara fisik, tapi juga menjadi wadah bagi tumbuhnya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Liputan lainnya tentang Qini Nasional 159 tersedia pada tautan berikut »
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
>> Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
Panitia pelaksana mengajak seluruh kaum muslimin, khususnya para pengamal tarekat dan pencinta ilmu, untuk menyambut undangan langit ini. Hadir dalam Qini bukan sekadar memenuhi agenda, tetapi menyambut panggilan Allah untuk duduk dalam majelis yang dihadiri para malaikat.
Qini Nasional akan segera dimulai. Pesantren Idrisiyyah telah bersiap. Tinggal kita, kaum muslimin, memantapkan niat dan melangkah untuk hadir.
Jangan lewatkan kesempatan ini—sebuah perjalanan hati, tempat kembalinya ruh kepada sumber cahayanya.