📰 Menjemput Legalitas: Kisah Panjang Perjuangan Agnia Care Menjadi LAZNAS
KOMINFO IDRISIYYAH • 10 Juli 2025
Agnia Care | Jakarta, 8 Juli 2025 — Semua berawal dari sebuah mimpi sederhana, bagaimana agar zakat bisa dikelola secara lebih baik, lebih profesional dan lebih luas, tidak hanya terbatas pada jamaah internal, tapi sampai menyentuh masyarakat Indonesia yang lebih luas. Mimpi itu mulai tumbuh di lingkungan Pesantren Idrisiyyah dan nama itu kini dikenal sebagai Agnia Care.
Namun, mimpi besar hampir selalu datang dengan ujian besar.
Sekitar tiga hingga empat tahun lalu, proses pengajuan Surat Keputusan (SK) sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) dimulai. Tidak sedikit yang meragukan. Tidak sedikit pula yang bertanya: “Sanggupkah kita memenuhi semua syarat ini?”
Tapi di dalam hati para penggeraknya, tidak ada keraguan. Hanya satu kalmat "Terus berjuang dengan bimbingan dan keyakinan".
“Prosesnya sangat panjang. Tapi kami tahu, ini bukan hanya soal legalitas, ini soal amanah. Maka kami pantang menyerah,” ujar Bapak H. Yudhi Ginanjar, Direktur Agnia Care, mengenang awal perjalanan itu.
Setiap syarat yang diajukan Kementerian Agama bukan sekadar daftar administratif itu adalah medan tempur dakwah dan sarana meningkatkan kapasitas
🔹 Ketika disyaratkan harus ada amil, maka Agnia Care membuka jalur pendidikan. Petugas-petugas lapangan difasilitasi untuk belajar, bukan hanya agar sah secara legal, tetapi agar paham ruh zakat itu sendiri.
🔹 Ketika diwajibkan memiliki cabang aktif di empat provinsi, maka zawiyah-zawiyah Idrisiyyah di daerah digandeng, dibina dan diberdayakan agar bisa bertindak profesional.
🔹 Ketika harus ada Dewan Pengawas Syariah yang disetujui MUI, Agnia Care mencari bukan hanya yang kompeten, tetapi yang sevisi dalam ruh perjuangan dan memahami karakter tarekat.
🔹 Ketika diminta membuktikan tata kelola, laporan keuangan, serta KPI dan target penghimpunan, semua tim bergerak. Tidak sedikit evaluasi, Tapi tidak ada yang mundur.
SK Itu Akhirnya Datang: Di Bulan Muharram 1447 H
Dan akhirnya, di bulan penuh kemuliaan Muharram 1447 H, SK itu tiba. Resmi, sah dan diserahkan langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dalam acara nasional di Jakarta.
Simak juga berita lainnya tentang "Agnia Care Dapat Izin Operasional LAZNAS dari Kemenag, Menuju Legal dan Profesional" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian
“Bagi kami, ini bukan hanya surat. Ini adalah penegasan bahwa kita layak dipercaya. Bahwa jalan panjang ini tidak sia-sia,” tutur Direktur Agnia Care
SK ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan baru. Idrisiyyah tidak hanya membina ruhani para murid melalui halaqah, tetapi juga membangun masyarakat melalui zakat, wakaf, dan pemberdayaan ekonomi. Inilah bukti bahwa tasawuf bukanlah pelarian dari dunia, melainkan cahaya yang membimbing dunia.