🕌 Dari Pelukan Keluarga ke Pelukan Ilmu, Pesantren Idrisiyyah Sambut Santri Baru 2025/2026

KOMINFO IDRISIYYAH • 14 Juli 2025

🕌 Dari Pelukan Keluarga ke Pelukan Ilmu, Pesantren Idrisiyyah Sambut Santri Baru 2025/2026

PESANTREN IDRISIYYAH | Tasikmalaya, 13 Juli 2025 — Suasana Masjid Al-Fattah pagi itu berbeda dari biasanya. Tangis haru, pelukan terakhir dan senyum penuh doa menyatu dalam sebuah momen yang sarat makna yaitu Serah Terima Santri Baru Tahun Ajaran 2025/2026 di Pondok Pesantren Idrisiyyah.


Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan orang tua dari berbagai penjuru Nusantara seperti dari Makassar, Bangka, Bengkulu dan Papua telah memadati lingkungan pesantren. Tidak hanya ayah dan ibu, banyak yang datang bersama kakek, nenek, hingga saudara dekat. Sebuah bukti bahwa pendidikan bukan hanya urusan anak dan sekolah, tetapi amanah keluarga besar.


Kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Pendidikan Idrisiyyah, Ust. Fahruroji, M.Pd, yang menyampaikan kesan mendalam atas antusiasme keluarga santri.


“Saya lihat sejak hari Jumat orang tua sudah mulai berdatangan. Ada yang paling jauh dari Makassar, Bangka, Bengkulu, dan Papua. selamat datang di Pesantren Idrisiyyah. Kami mohon maaf jika ada kekurangan,” ujarnya, disambut haru para wali santri.


Dilanjutkan dengan laporan kegiatan PSB oleh Ustadzah. Euis Herlina, M.Pd selaku Mudiroh Ma’had lil Banat, yang menyampaikan:


“Alhamdulillah, hari ini secara resmi diserahkan 125 santri putra dan 91 santri putri. Selamat datang kepada para santri baru. Kegiatan ini adalah tonggak awal untuk mengikuti pendidikan di Pesantren Idrisiyyah.”


Penyerahan Amanah, Penandatanganan Harapan


Dalam suasana penuh khidmat, Bapak Asep Yayan Koswara, mewakili para wali santri, menyampaikan harapan dan kerendahan hati sebagai orang tua:


“Alhamdulillah, tahun ini menjadi waktu bagi putra-putri kami menjalani pendidikan di Pesantren Idrisiyyah. Kami titipkan segalanya—akhlak, budi pekerti, dan masa depan mereka. Mohon maaf apabila nantinya ada hal-hal yang kurang sesuai dengan kebiasaan di rumah.”


Simbol serah terima dilakukan melalui penandatanganan MoU antara santri, wali santri dan pihak pesantren, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendidik dan membina anak-anak dalam lingkungan yang islami dan terarah.


Selanjutnya para orang tua mengikuti kegiatan Pesantren Orang Tua Santri (POS) yang diisi oleh Ust. Adang Nurdin, M.S., M.Pd, Deputi CEO Bidang Pendidikan.


Dalam tausiahnya, beliau mengingatkan


“Jika Ibu memiliki anak yang sholeh dan sholehah, maka ia akan mengangkat derajat orang tuanya di dunia. Apalagi kelak di akhirat. Maka inilah pentingnya memilih tempat pendidikan yang baik.” Beliau juga menekankan pentingnya doa dan dukungan dari rumah, karena pendidikan pesantren tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh dalam iklim kolaboratif antara lembaga dan keluarga.


Simak juga berita lainnya tentang "Jamaah Idrisiyyah Belitung Sambut Safari Dakwah Syekh Akbar dengan Penuh Antusias" pada link berikut » Tarekat Idrisiyyah - Artikel Kajian


Awal Baru yang Penuh Harap


Acara ditutup dengan foto bersama antara santri, orang tua, dan pihak pesantren. Meski perpisahan sejenak tak lepas dari tangis haru, namun wajah-wajah itu menyimpan harapan besar. Di sinilah, dari pelukan keluarga menuju pelukan ilmu, para santri memulai langkah awal menjadi insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.