Jaga Tarekat Mu’tabarah, Syekh Akbar Sampaikan Pesan Acara Pelantikan JATMAN Jawa Barat

KOMINFO IDRISIYYAH • 31 Agustus 2025

Jaga Tarekat Mu’tabarah, Syekh Akbar Sampaikan Pesan Acara Pelantikan JATMAN Jawa Barat

Tarekat Idrisiyyah | Sukabumi, 30 Agustus 2025 – Pelantikan Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat masa khidmat 2025–2030 berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Az-Zainiyyah, Nagrak Sukabumi, Sabtu malam (30/8). Acara ini dihadiri para masyayikh, pengurus JATMAN, serta ratusan jamaah yang memenuhi lokasi hingga larut malam.


Rangkaian acara diawali dengan kegiatan nasionalis menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat thariqiyah yang menambah suasana religius dan penuh keberkahan. Hadir memberikan sambutan, Mudir Aliyah JATMAN, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum., bersama Pimpinan Pesantren Az-Zainiyyah, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I., yang menyambut hangat seluruh peserta.


Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pesantren Az-Zainiyyah ini, tausiyah utama sekaligus puncak acara disampaikan oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag. pada pukul 23.40 WIB. Meski waktu sudah larut, jamaah tetap antusias menyimak setiap nasihat yang beliau sampaikan.

Syekh Akbar menegaskan pentingnya menjaga tarekat mu’tabarah sebagai jalan ruhani yang berperan besar dalam membimbing umat. “Tarekat adalah madzhab dalam tasawuf, sebuah jalan yang membimbing hati agar senantiasa hidup dengan dzikir, shalawat dan ketaatan kepada Allah SWT,”.


Lebih dalam, Beliau menyampaikan optimisme tentang kebangkitan umat Islam menjelang akhir zaman. Menurutnya, Allah akan mengembalikan umat ini menjadi khairu ummah, sebagaimana pernah dijanjikan Nabi ﷺ. “Hari ini umat ibarat roda yang berada di bawah, namun sebentar lagi akan naik ke atas. Tanda-tandanya sudah banyak terjadi dan Lokomotif kebangkitan itu adalah tarekat-tarekat mu’tabarah,” tegas Beliau.


Syekh Akbar juga menyinggung persoalan hubbud dunya (cinta dunia) sebagai penyebab utama kerusakan umat, termasuk perilaku korupsi yang lahir dari keserakahan. Beliau menyerukan pentingnya kembali kepada tasawuf sebagai jalan pembersih hati dan pengokoh iman. “Rojiatun ilâ al-tasawuf – kembali kepada tasawuf. Itulah jalan bagi kebangkitan umat di akhir zaman,” ujar Syekh Akbar.


Beliau menutup dengan mengingatkan bahwa ahli dzikir adalah pewaris bumi, bukan mereka yang hanya menguasai harta dan kekayaan. Mengutip firman Allah: “Innal ardha yaritsuha ‘ibadiyash-shalihûn” – sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada orang-orang saleh. “Yang menjadi pewaris bumi adalah aulia Allah, para salihin yang menjaga zikir dan kedekatan kepada-Nya,” pungkas Syekh Akbar.


Acara pelantikan JATMAN Jawa Barat ditutup dengan doa bersama dan penuh harapan agar kepengurusan baru mampu menjaga komitmen terhadap tarekat mu’tabarah, memperkuat syiar Ahlussunnah wal Jama’ah, serta menghadirkan solusi spiritual bagi masyarakat luas.