Syekh Akbar M. Fathurahman Hadirkan Makna Isra Mi’raj dan Targhib Ramadhan di Bank Indonesia

KOMINFO IDRISIYYAH • 04 Februari 2026

Syekh Akbar M. Fathurahman Hadirkan Makna Isra Mi’raj dan Targhib Ramadhan di Bank Indonesia

Tarekat Idrisiyyah | Jakarta, 2 Februari 2026 — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Targhib Ramadhan 1447 H yang digelar Bank Indonesia di Masjid Baitul Ihsan BI menjadi ruang perjumpaan yang hangat antara nilai spiritual, kepemimpinan dan kebersamaan. Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., Mursyid Tarekat Idrisiyyah, hadir menyampaikan kajian yang mengajak insan Bank Indonesia untuk memaknai Isra Mi’raj tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai perjalanan batin menuju kematangan iman dan tanggung jawab hidup.

 

Mengusung tema “Meneladani Nilai Spiritual Isra Mi’raj dan Hikmah Ramadhan dalam Mewujudkan Kepemimpinan Strategis yang Transformatif dan Amanah Menuju Indonesia Maju”, kajian Syekh Akbar menekankan bahwa Isra Mi’raj adalah pelajaran tentang kenaikan derajat manusia melalui penyucian niat, kedisiplinan ibadah dan kejujuran dalam amanah. Nilai-nilai tersebut, menurut beliau, relevan untuk setiap peran, termasuk dalam mengemban tanggung jawab profesional di institusi negara.

 

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid yaitu dilaksanakan secara luring bagi insan BI di Kantor Pusat dan daring di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) yang ada diseluruh Indonesia ini turut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI Ibu Aida S. Budiman, Ketua Panitia Isra Mi’raj 2026 Ibu Andriani Suryanita W., Ketua Umum IPEBI Bapak Anton Pitono, serta jajaran pimpinan satuan kerja dan seluruh insan muslim BI.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur BI Bapak Perry Warjiyo juga menyampaikan pesan reflektif yang sejalan dengan ruh kajian. Ia menegaskan bahwa bekerja sejatinya adalah ibadah, Nisfu Sya’ban merupakan momentum introspeksi diri dan kepemimpinan perlu dipahami sebagai amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, layaknya kontrak kepada Allah SWT. Tawakal, menurutnya, menjadi kunci spiritual dalam menjaga keseimbangan antara ikhtiar dan keikhlasan.

 

Rangkaian acara semakin menarik dengan penampilan Tim Nasyid IPEBI BI-KHOIR, lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Juara Qari Internasional Ust. Ahmad Jalaludin, serta suasana kebersamaan yang terasa akrab dan penuh kekeluargaan. Momen ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan energi batin untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang lebih tertata.

 

Peringatan Isra Mi’raj dan Targhib Ramadhan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai spiritual dapat hidup dan bertumbuh di ruang institusi, menjadi sumber kekuatan moral dalam bekerja, memimpin dan melayani. Dari masjid Bank Indonesia, pesan hikmah itu mengalir: bahwa kemajuan bangsa berakar dari niat yang lurus, amanah yang dijaga, dan hati yang selalu terhubung kepada Allah SWT.