Sebelum Berdakwah di Aceh, Syekh Akbar Bertemu Jamaah dan Seorang Ulama

KOMINFO IDRISIYYAH • 11 Agustus 2026

Sebelum Berdakwah di Aceh, Syekh Akbar Bertemu Jamaah dan Seorang Ulama

Tarekat Idrisiyyah | Aceh, 8 Agustus 2026 - Ada pertemuan yang tak direncanakan di bandara, ada sambutan hangat dari jamaah yang telah menanti, dan ada seorang ulama Aceh yang turut hadir menyambut kedatangan Syekh Akbar. Semua menjadi bagian dari awal perjalanan Safari Dakwah di Serambi Makkah.


Syekh Akbar Muhammad Fathurahman bertolak menuju Aceh pada Sabtu (8/8) untuk melaksanakan Safari Dakwah Serambi Makkah. Selama 8–10 Agustus 2026, perjalanan ini tidak hanya diisi dengan agenda dakwah, tetapi juga menjadi momentum untuk menyambung silaturahmi dengan jamaah dan para ulama di Aceh.


Sebelum pesawat meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Allah mempertemukan Syekh Akbar dengan H. Andi Alias, jamaah baru dari Masamba, Sulawesi Selatan. Pertemuan singkat tersebut terasa istimewa karena H. Andi Alias sebelumnya turut menyampaikan testimoni pada penutupan Qini Nasional. Di tengah kesibukan perjalanan, silaturahmi kembali terjalin—seolah menjadi pengingat bahwa ikatan antara mursyid dan murid tidak dibatasi oleh jarak dan tempat.


Setibanya di Aceh, kehadiran Syekh Akbar disambut hangat oleh jamaah dan keluarga besar Zawiyah Aceh. Di antara mereka turut hadir Prof. Dr. Tgk. Damanhuri Basyir, M.Ag., yang menyambut kedatangan Syekh Akbar di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Pertemuan keduanya berlangsung dalam suasana penuh keakraban, menjadi perjumpaan yang mempertemukan dua insan yang sama-sama memiliki perhatian dalam pengembangan ilmu, dakwah, dan pembinaan umat.


Prof. Damanhuri Basyir merupakan Guru Besar Ilmu Hadis UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Beliau memiliki kiprah panjang dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam di Aceh. Pada 2022, beliau meraih jabatan profesor dalam bidang Ilmu Hadis dan tercatat sebagai dosen tetap pada Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry.


Pertemuan tersebut menjadi pembuka yang penuh makna bagi perjalanan Safari Dakwah Syekh Akbar di Aceh. Dari satu silaturahmi menuju silaturahmi berikutnya, perjalanan ini perlahan memperlihatkan bahwa dakwah tidak selalu dimulai dari mimbar. Terkadang, ia dimulai dari sebuah perjumpaan, jabat tangan, dan hati yang saling menyambung dalam ukhuwah.


Malam harinya, perjalanan dakwah berlanjut di tempat yang menjadi salah satu ikon umat Islam di Aceh, Masjid Raya Baiturrahman, dalam agenda Dzikir dan Tabligh Akbar bersama jamaah.