Syekh Akbar Hadir di Masjid Raya Baiturrahman, Menguatkan Ukhuwah dan Persatuan Tarekat di Aceh

KOMINFO IDRISIYYAH • 11 Agustus 2026

Syekh Akbar Hadir di Masjid Raya Baiturrahman, Menguatkan Ukhuwah dan Persatuan Tarekat di Aceh

Tarekat Idrisiyyah | Aceh, 8 Agustus 2026 - Ada sesuatu yang berbeda dari Tabligh Akbar di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (8/8) malam. Di tengah ribuan muslim yang hadir dalam Tabligh Akbar dan Dzikir Tarekat Naqsyabandiyah Darul Ulumuddiniyah, hadir Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag. Namun pertemuan tersebut tidak berhenti pada perbedaan nama dan jalur tarekat. Justru dari majelis itu muncul satu kesan yang sama bahwa tasawuf yang disampaikan Syekh Akbar dapat diterima dan diamalkan oleh jamaah dari berbagai tarekat.


Kegiatan Zikir dan Tabligh Akbar yang dimulai selepas Isya tersebut dihadiri para mursyid, guru, dan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah dari berbagai wilayah Aceh. Ketua panitia, Abi Zubair Hasan, dalam sambutannya menegaskan bahwa majelis zikir merupakan bagian dari tradisi jamaah tarekat yang menjadi sarana untuk mengonsolidasikan himmah dan semangat berzikir, beribadah, serta mendekatkan diri kepada Allah menuju mardhatillah.


Sementara itu, Dr. Drs. Misran Fuadi, M.A.P., yang hadir mewakili Gubernur Aceh, menyampaikan bahwa majelis zikir memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, zikir bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi menjadi sarana tazkiyatun anfus atau penyucian jiwa, sehingga dapat memperkuat iman sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.


Kehadiran Syekh Akbar kemudian menjadi perhatian tersendiri bagi para mursyid dan jamaah yang tidak semua sebagai pengamal Tarekat namun ingin mendalami ilmu tasawuf. Dalam penyampaiannya, materi tasawuf yang dibawakan lebih menekankan ushul tasawuf, yakni nilai-nilai dasar yang menjadi ruh perjalanan spiritual seorang salik, bukan memperbincangkan perbedaan furu’ atau kekhasan masing-masing tarekat. Karena itu, apa yang disampaikan dapat diterima oleh jamaah dari berbagai latar belakang tarekat yang hadir pada malam tersebut.


Hal ini pula yang membuat suasana setelah kajian menjadi semakin hangat. Para mursyid dan jamaah menunjukkan respons positif terhadap kehadiran Syekh Akbar. Tidak sedikit jamaah yang ingin bermushafahah, bertemu secara langsung, dan menyampaikan penghormatan kepada Syekh Akbar setelah acara. Dalam kesempatan tersebut juga terdapat pemberian kitab sebagai bagian dari silaturahmi dan hubungan keilmuan yang terjalin.


Bagi Abi Zubair Hasan, kehadiran Syekh Akbar di Aceh memiliki makna yang lebih luas. Ia memiliki keinginan agar masyarakat Aceh dapat mengenal sosok Syekh Akbar dan mengambil manfaat dari ilmu serta nasihat yang disampaikannya. Menurut Abi Zubair, Syekh Akbar memiliki potensi untuk menjadi sosok yang mampu menyatukan tarekat-tarekat di Aceh, terutama melalui titik temu berupa ushul tasawuf.


Safari Dakwah Syekh Akbar di Aceh akhirnya tidak hanya menjadi perjalanan menyampaikan tausiyah, tetapi juga menjadi momentum mempertemukan hati para pengamal tarekat dalam semangat ukhuwah. Dari Masjid Raya Baiturrahman, pesan yang terasa kuat bukan tentang siapa yang paling benar dalam jalannya, melainkan bagaimana para pencari Allah dapat saling mengenal, menghormati, dan berjalan bersama dalam nilai-nilai dasar tasawuf.