Rakornas Zawiyah & Khadijiyyah Idrisiyyah Awali Rangkaian Qini Nasional 163
KOMINFO IDRISIYYAH • 21 Agustus 2026
Tasikmalaya — Rangkaian Qini Nasional 163 resmi dimulai pada Kamis (20/8) dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zawiyah & Khadijiyyah Idrisiyyah di Aula Musyahadah, Pesantren Idrisiyyah. Sejak hari pertama, para Ketua Zawiyah dan Khadijiyyah dari berbagai wilayah telah hadir membawa amanah dari jamaah dan daerah masing-masing.
Kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengikuti rangkaian kegiatan Qini, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyatukan langkah dalam menjalankan amanah ketarekatan. Setiap wilayah memiliki kondisi, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, Rakornas menjadi ruang untuk duduk bersama, saling mendengar, bermusyawarah, serta menyusun langkah agar berbagai program dapat berjalan dalam arah yang selaras.
Dalam Rakornas tersebut, para pengurus melakukan konsolidasi program ketarekatan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan. Program di tingkat pusat diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Zawiyah untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah, mencakup bidang pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan.
Evaluasi dan perumusan program juga diarahkan pada dua hal utama, yakni peningkatan kualitas dan kuantitas. Kualitas pembinaan diharapkan terus bertumbuh, baik dalam aspek keilmuan maupun pembinaan jamaah. Sementara dari sisi kuantitas, setiap Zawiyah diharapkan terus menunjukkan perkembangan dalam jumlah dan keterlibatan jamaah.
Seiring dengan bertambahnya Zawiyah di berbagai daerah, Majelis Ketarekatan juga terus memperkuat koordinasi melalui pembagian wilayah kerja atau Koordinator Wilayah (Korwil). Saat ini terdapat empat Korwil, yaitu Jabodetabek dan Purwakarta; Bandung Raya bersama Sumedang dan Subang; Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan hingga Brebes; serta Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya.
Koordinasi wilayah ini diharapkan dapat semakin memudahkan penyampaian informasi dan pelaksanaan berbagai program ketarekatan hingga kepada jamaah di setiap daerah. Ke depan, pada Qini berikutnya direncanakan pengembangan Korwil di luar Pulau Jawa, di antaranya Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Di sela rangkaian Rakornas, turut dilaksanakan soft launching buku Spiritual Wellness: Berbasis Tasawuf, Neuroscience, dan NLP yang disampaikan oleh Mudir Majelis Ketarekatan, Ust. Asep Deni Al Idrisi. Buku tersebut mengangkat persoalan manusia modern yang tidak selalu menemukan ketenangan di tengah berbagai kemajuan, sekaligus menghadirkan perspektif kesejahteraan yang lebih utuh melalui perpaduan tasawuf, neuroscience, dan NLP.
Qini Nasional bukan hanya menjadi ruang untuk berkumpul, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempersiapkan langkah setelah seluruh rangkaian berakhir. Pertemuan yang berlangsung dalam beberapa hari diharapkan tidak berhenti pada forum musyawarah, tetapi berlanjut menjadi program dan gerakan yang membawa manfaat ketika para pengurus kembali ke wilayah masing-masing.
Melalui Rakornas ini, para pengemban amanah kembali menyatukan visi, mengevaluasi langkah yang telah ditempuh, dan mempersiapkan arah gerak ketarekatan ke depan. Kehadiran sejak hari pertama menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan bahwa semangat Qini Nasional 163 tidak hanya berlangsung selama pertemuan, tetapi terus berlanjut di tengah jamaah dan masyarakat.