STC Gelar Training Spiritual Wellness bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya
KOMINFO IDRISIYYAH • 08 September 2026
Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 4-5 September 2026 — Sufi Training Center (STC) menggelar Training Spiritual Wellness bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada 4–5 September 2026. Bertempat di Pesantren Idrisiyyah, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari Camat, Kepala Dinas dan Kepala Bidang Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Training dibuka pada Jumat (4/9) oleh Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P., setelah sebelumnya diawali sambutan dari pihak Pesantren Idrisiyyah dan STC yang disampaikan oleh Ust. Dr. Asep Deni Al-Idrisi, M.Pd. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pembelajaran yang memadukan pemahaman spiritual, aktivitas fisik, praktik keagamaan, serta refleksi diri.
Pada sesi awal, peserta diajak memahami konsep Spiritual Wellness Neuroscience yang disampaikan oleh H. Herman Dody Isdarmadi, S.Ak., MNLP, Cht. Materi ini menjadi pintu masuk untuk melihat kesehatan dan kesejahteraan manusia secara lebih utuh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga kondisi pikiran, emosi, dan spiritual.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan materi 5 Human Dimensions, Physical & Spiritual Needs oleh Ust. Adang Nurdin MS Al-Idrisi, M.Pd. Peserta diajak mengenali berbagai dimensi dalam diri manusia serta memahami pentingnya keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual dalam menjalani kehidupan.
Memasuki sesi berikutnya, Ust. Dr. Asep Deni Al-Idrisi, M.Pd. menyampaikan materi The Essence of Religious Practices. Praktik keagamaan tidak hanya dipahami sebagai rangkaian aktivitas lahiriah, tetapi juga sebagai sarana membentuk kualitas diri dan menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Materi Urgensi Dzikir & Fikir kemudian disampaikan oleh Ust. Cecep Hidayatullah Al-Idrisi, M.Sos. Peserta diajak memahami pentingnya menghidupkan dzikir dan fikir secara seimbang, sehingga aktivitas berpikir dan bekerja tetap terhubung dengan kesadaran kepada Allah SWT.
Rangkaian pembelajaran hari pertama ditutup dengan materi Tazkiyatun Nafs & Muhasabah oleh Ust. Adang Nurdin. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk melakukan refleksi terhadap kondisi diri, mengevaluasi sikap dan kebiasaan, serta melihat kembali arah kehidupan agar senantiasa berada dalam proses perbaikan.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, training juga memberikan pengalaman spiritual secara langsung. Pada dini hari, peserta mengikuti Qiyamul Lail dan Tahajud berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan Salat Subuh dan tadarus Al-Qur’an. Setelah itu, peserta berkesempatan mengikuti sesi bersama Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag., dengan dialog dan tanya jawab seputar tasawuf serta penerapannya dalam kehidupan.
Keseimbangan antara aspek spiritual dan fisik juga dihadirkan melalui kegiatan Morning Walk Active. Setelah rangkaian aktivitas sejak dini hari, peserta melakukan senam dan berjalan santai di lingkungan Pesantren Idrisiyyah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman training untuk menjaga kebugaran sekaligus menyegarkan pikiran.
Pada hari terakhir, peserta mengikuti Wrap-up & Sharing Session bersama trainer senior, Ust. Dr. Asep Deni Al-Idrisi dan H. Herman Dody Isdarmadi. Peserta diajak merangkum kembali pembelajaran selama dua hari serta merefleksikan bagaimana nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan dan lingkungan kerja.
Rangkaian training kemudian mencapai sesi akhir melalui Final Conclusion yang disampaikan oleh Founder STC, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag. Pesan yang disampaikan menjadi penutup sekaligus pengikat dari seluruh rangkaian pembelajaran, bahwa spiritual wellness bukan hanya tentang memahami diri dan menjaga keseimbangan hidup, tetapi juga menyadari keterbatasan manusia dan menempatkan segala ikhtiar dalam pengaturan Allah SWT.
Melalui training ini, STC menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mengajak peserta mengalami secara langsung proses memahami diri, mengenali kebutuhan fisik dan spiritual, memperdalam makna praktik keagamaan, menguatkan dzikir dan fikir, hingga melakukan tazkiyatun nafs dan muhasabah.
Bagi para peserta, rangkaian tersebut diharapkan menjadi bekal untuk membawa kesadaran spiritual ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.