Menutup Training, Syekh Akbar Ingatkan Pentingnya Kesadaran dan Kerendahan Hati

KOMINFO IDRISIYYAH • 08 September 2026

Menutup Training, Syekh Akbar Ingatkan Pentingnya Kesadaran dan Kerendahan Hati

Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 5 September 2026 — Rangkaian Training Spiritual Wellness bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang digelar Sufi Training Center (STC) di Pesantren Idrisiyyah memasuki sesi akhir pada Sabtu (5/9). Setelah dua hari mengikuti berbagai materi, aktivitas fisik, ibadah, dzikir, refleksi, dan sharing, peserta mendapatkan pesan penutup dari Founder STC, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag.


Dalam sesi Final Conclusion, Syekh Akbar mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama training. Seluruh pembelajaran perlu dibawa ke dalam kehidupan nyata, terutama dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab masing-masing.


Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya menjaga diri dari sikap jumawa. Kedudukan, kemampuan, pencapaian, maupun keberhasilan yang dimiliki seseorang tidak semestinya membuat dirinya merasa memiliki kuasa penuh atas kehidupan.


Menurut Syekh Akbar, manusia memang memiliki kewajiban untuk berikhtiar dan menjalankan perannya sebaik mungkin. Namun, pada akhirnya manusia tetap memiliki keterbatasan. Berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan berada dalam pengaturan Allah SWT.


Kesadaran tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesehatan spiritual. Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kuasa mutlak, ia akan lebih mudah menjaga kerendahan hati, tidak berlebihan dalam menilai kemampuan diri, serta menyerahkan hasil dari setiap ikhtiar kepada Allah SWT.


Pesan ini juga memiliki kaitan erat dengan amanah yang diemban para peserta sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Semakin besar tanggung jawab yang dimiliki, semakin penting pula untuk menjaga kesadaran bahwa jabatan dan kemampuan merupakan amanah yang harus dijalankan, bukan alasan untuk merasa lebih tinggi atau paling mampu.


Selama dua hari, peserta telah diajak melalui rangkaian pembelajaran yang dimulai dari memahami diri, mengenali kebutuhan fisik dan spiritual, memahami hakikat praktik keagamaan, menguatkan dzikir dan fikir, hingga melakukan tazkiyatun nafs dan muhasabah. Pesan Syekh Akbar menjadi pengikat dari seluruh proses tersebut dengan mengarahkan peserta pada satu kesadaran yang lebih mendasar: manusia perlu mengenal dirinya, menyadari keterbatasannya, dan senantiasa bergantung kepada Allah SWT.


Dengan demikian, spiritual wellness tidak hanya dimaknai sebagai kondisi seimbang secara fisik, mental, dan spiritual, tetapi juga sebagai kesadaran untuk menjalani kehidupan dengan rendah hati, penuh tanggung jawab, dan tidak terlepas dari keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam pengaturan Allah SWT.


Pesan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk kembali menjalankan tugas dan pengabdian dengan kesadaran yang lebih utuh—terus berikhtiar, menjaga amanah, memperbaiki diri, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.