Bupati Tasikmalaya Hadir di Mahad Aly dan STAI Idrisiyyah, Beri Motivasi kepada Mahasiswa
KOMINFO IDRISIYYAH • 28 September 2026
Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 26 September 2026 — Mahad Aly dan STAI Idrisiyyah menggelar Muhadloroh Ammah bersama Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., di Aula Musyahadah, Pesantren Idrisiyyah, Sabtu (26/9). Kehadiran Bupati Tasikmalaya menjadi bagian dari ruang dialog dan pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus membuka kesempatan untuk mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dengan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tasikmalaya menyampaikan motivasi kepada para mahasiswa agar tidak hanya mempersiapkan diri dari sisi keilmuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, masyarakat, bangsa, dan agama.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa Mahad Aly dan STAI Idrisiyyah yang tengah menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri untuk terjun ke berbagai ruang pengabdian. Pendidikan tidak hanya menjadi proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun keberanian, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul, ayat suci Al-Qur’an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana, Moch. Rizqy, serta sambutan Ketua Yayasan Pendidikan sekaligus pengenalan struktur pendidikan tinggi yang disampaikan oleh Adang Nurdin, M.S., M.Pd.
Memasuki sesi utama, Bupati Tasikmalaya menyampaikan kuliah umum yang kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama mahasiswa. Sesi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus berdiskusi secara langsung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan peran generasi muda dan kontribusinya bagi masyarakat.
Dr. H. Cecep Nurul Yakin menekankan bahwa kesuksesan seorang mahasiswa sangat bergantung pada kedisiplinan dalam menata diri dan kesadaran akan potensi yang dimiliki. Beliau mengingatkan bahwa peluang tidak datang dua kali, sehingga setiap kesempatan harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh melalui proses belajar yang konsisten, sebagaimana filosofi yang ia pegang teguh: "Sebesar keinsyafanmu, sebesar kesadaranmu, sebesar itu pula keberuntunganmu"
Selain itu, beliau menyoroti pentingnya mentalitas seorang pemimpin yang tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui proses kaderisasi yang matang. Beliau menegaskan agar para mahasiswa mampu membawa diri dengan prestasi agar tidak mudah terbawa arus oleh pihak lain, dengan pesan inspiratif "Jika bisa membawa diri dan terus mengukir prestasi, berarti kita bisa membawa orang lain. Tapi kalau tidak bisa bawa diri, tidak bisa mengukir prestasi, berarti akan terbawa oleh orang lain"
Melalui Muhadloroh Ammah tersebut, mahasiswa diharapkan semakin terdorong untuk mempersiapkan diri, berani mengambil keputusan, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Bekal keilmuan yang diperoleh di bangku pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian serta kesiapan untuk mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mahalulqiyam, doa, dan foto bersama sebelum ditutup. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Mahad Aly dan STAI Idrisiyyah dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai perspektif di luar ruang kelas.