Memperkuat Kolaborasi UIN Antasari, Tarekat Idrisiyyah, STAI Idrisiyyah, dan Ma’had Aly Idrisiyyah
KOMINFO IDRISIYYAH • 29 September 2026
Tarekat Idrisiyyah | Banjarmasin 28 September 2026 —Rangkaian kegiatan di UIN Antasari Banjarmasin juga menjadi momentum penguatan kerja sama antara UIN Antasari Banjarmasin dan Tarekat Idrisiyyah, yang dalam pelaksanaannya melibatkan dua entitas pendidikan di lingkungan Idrisiyyah, yaitu STAI Idrisiyyah Tasikmalaya dan Ma’had Aly Idrisiyyah. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempertemukan kekuatan pendidikan tinggi, tradisi keilmuan tasawuf dan tarekat, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ruang kolaborasi dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum, penelitian dan riset kolaboratif, publikasi ilmiah, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penyediaan tenaga ahli, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Selain penguatan Tridarma Perguruan Tinggi, kerja sama ini memiliki fokus khusus pada pengembangan dan penguatan ilmu tasawuf dan tarekat. STAI Idrisiyyah memiliki peran dalam pengembangan pendidikan tinggi keislaman, sementara Ma’had Aly Idrisiyyah menjadi bagian penting dalam penguatan tradisi keilmuan kepesantrenan dan kajian keislaman. Keduanya menjadi ruang strategis untuk mengembangkan kajian Tasawuf Nazhariyah dan Tasawuf Amaliyah, sekaligus mempertemukan khazanah keilmuan tasawuf dan tarekat dengan pendekatan akademik.
Kolaborasi dengan UIN Antasari Banjarmasin juga membuka ruang untuk meningkatkan literasi tasawuf dan tarekat di perguruan tinggi melalui seminar, kajian ilmiah, penelitian, publikasi jurnal, pelatihan, dan kegiatan akademik lainnya. Dengan demikian, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kelembagaan, tetapi diarahkan menjadi program yang memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan keilmuan tasawuf.
Dari Tridarma hingga Penguatan Tasawuf dan Tarekat
Kerja sama antara UIN Antasari Banjarmasin, Tarekat Idrisiyyah, STAI Idrisiyyah, dan Ma’had Aly Idrisiyyah pada akhirnya memiliki dua fokus besar: penguatan Tridarma Perguruan Tinggi dan penguatan ilmu tasawuf serta tarekat.
Keduanya saling melengkapi. Pendidikan dan penelitian memberikan ruang bagi tasawuf untuk dikaji secara akademik dan sistematis, sementara tradisi keilmuan dan pengamalan tasawuf memberikan kedalaman spiritual bagi pengembangan pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia.
Melalui sinergi tersebut, tasawuf dan tarekat diharapkan tidak hanya menjadi objek kajian, tetapi juga terus dikembangkan sebagai khazanah keilmuan dan praktik spiritual yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Rangkaian kegiatan di UIN Antasari Banjarmasin dengan demikian menjadi lebih dari sekadar seminar tentang spiritualitas di era digital. Pertemuan antara UIN Antasari, Tarekat Idrisiyyah, STAI Idrisiyyah, dan Ma’had Aly Idrisiyyah membuka ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia akademik dengan tradisi keilmuan tasawuf dan tarekat.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, kerja sama ini menjadi ikhtiar untuk memastikan bahwa pengembangan ilmu tetap berjalan beriringan dengan pembentukan manusia yang memiliki kedalaman spiritual, integritas, dan kemanfaatan bagi masyarakat.