Tiga Hari Pembinaan, LDKS Pesantren Idrisiyyah Teguhkan Semangat Transformasi Calon Pemimpin Santri
KOMINFO IDRISIYYAH • 13 Oktober 2026
Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 11 Oktober 2026 — Setelah menjalani rangkaian pembinaan selama tiga hari, Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) Pondok Pesantren Idrisiyyah bagi calon pengurus OSPI dan OPPI 10.0 resmi ditutup pada Ahad (11/10). Kegiatan yang berlangsung di lokasi pelatihan SDIT Al-Fattah, Sukahurip, ini menjadi bagian dari upaya membentuk calon pemimpin santri yang amanah, disiplin, dan memiliki kesadaran spiritual dalam menjalankan tanggung jawab.
Selama kegiatan, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga mengikuti berbagai agenda yang menekankan pembiasaan ibadah, kedisiplinan, serta evaluasi diri. Salat Tahajud dan Subuh berjamaah menjadi bagian dari rutinitas yang mengawali kegiatan setiap harinya.
Salah satu rangkaian pembinaan yang dilaksanakan pada Sabtu malam adalah Muhasabah dan Baiat Organisasi bersama Ust. A. Rizal Muttaqin. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para calon pengurus untuk merefleksikan diri sekaligus memperkuat kesadaran terhadap tanggung jawab yang akan diemban dalam organisasi.
Muhasabah mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur orang lain. Seorang pemimpin juga perlu memiliki kesediaan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan menjaga sikap dalam menjalankan amanah. Kesadaran tersebut penting agar tanggung jawab organisasi dijalankan dengan niat yang baik dan kesungguhan.
Pada Ahad (11/10), peserta mengikuti materi Refleksi dan Peneguhan Semangat Transformasi bersama Direktur Pendidikan, Ust. Fahruroji, M.Pd. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Walking Breeze dan latihan keterampilan baris-berbaris (LKBB) bersama Koramil Cisayong.
Rangkaian tersebut menjadi penutup dari proses pembinaan yang memadukan penguatan mental, kedisiplinan, dan semangat perubahan. Para calon pengurus diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan ke dalam pelaksanaan tugas organisasi maupun kehidupan sehari-hari di pesantren.
Upacara penutupan dilaksanakan di lingkungan pelatihan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Dalam amanat penutupannya, Ust. Deden Hidayatulloh, M.Pd., menyampaikan bahwa para calon pengurus mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan amanah kepemimpinan. Kemampuan yang dimiliki merupakan karunia dari Allah SWT sehingga kepercayaan tersebut harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, bukan dikhianati.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus ditunaikan dengan integritas dan kesungguhan. Kepercayaan yang diberikan perlu dijawab melalui tindakan nyata, keteladanan, serta kesediaan untuk melayani dan berkontribusi bagi lingkungan pesantren.
Melalui LDKS 2026, Pondok Pesantren Idrisiyyah berharap calon pengurus OSPI dan OPPI 10.0 dapat tumbuh menjadi pemimpin yang mampu mengelola organisasi dengan baik, menjaga nilai-nilai spiritual, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.