Bupati Tasikmalaya: Saung Panataloka Jadi Ikhtiar Menata Agama dan Negara

KOMINFO IDRISIYYAH • 18 Oktober 2026

Bupati Tasikmalaya: Saung Panataloka Jadi Ikhtiar Menata Agama dan Negara

Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 17 Oktober 2026 — Bupati Tasikmalaya menaruh harapan agar Saung Panataloka menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, merumuskan solusi, dan memperkuat kontribusi bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada rangkaian Tasyakur Milad ke-14 SUFI’S di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/10).


Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa nama Panataloka memiliki makna sebagai penata agama dan negara. Makna tersebut bukan sekadar nama, melainkan doa dan harapan agar Saung Panataloka dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai pemikiran untuk menghadirkan kebaikan bagi masyarakat dan daerah.


Bupati menekankan bahwa pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan dan kepedulian bersama, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya. Ia mengibaratkan kontribusi kecil seperti percikan air yang apabila disatukan akan menjadi kekuatan besar.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kepedulian, gagasan, dan tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama dapat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih tenteram dan damai.


Lebih jauh, Bupati menyampaikan harapannya agar dalam lima tahun ke depan Kabupaten Tasikmalaya terus berkembang dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan di kawasan Priangan Timur. Harapan ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, serta seluruh elemen masyarakat.


Dalam konteks tersebut, Saung Panataloka diharapkan dapat mengambil peran sebagai ruang dialog dan pertukaran gagasan yang mendorong lahirnya ikhtiar nyata. Pertemuan dan komunikasi antarelemen masyarakat menjadi penting agar berbagai potensi dapat disatukan untuk menjawab tantangan sekaligus membuka peluang kemajuan daerah.


Makna menata agama dan negara juga menegaskan pentingnya berjalan dengan landasan moral dan tanggung jawab kebangsaan. Nilai-nilai agama diharapkan hadir dalam kehidupan sosial melalui akhlak, kepedulian, dan kemanfaatan, sementara semangat kebangsaan menjadi pijakan untuk menjaga persatuan serta membangun daerah bersama-sama.


Pesan Bupati tersebut sejalan dengan semangat Tasyakur Milad ke-14 SUFI’S, “SUFI’S untuk Indonesia”, yang mendorong penguatan khidmah dan kontribusi bagi umat serta negeri. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak cukup berhenti pada gagasan, tetapi perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Dengan semangat kebersamaan, Saung Panataloka diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar membangun Kabupaten Tasikmalaya yang semakin maju, tenteram, dan berdaya. Sebab, kemajuan daerah merupakan tanggung jawab bersama yang tumbuh dari kesediaan setiap elemen untuk saling mendukung dan memberikan manfaat.