KNEKS dan Idrisiyyah Jajaki Kolaborasi Pendidikan, Pembiayaan, dan Penguatan UMKM

KOMINFO IDRISIYYAH • 21 Oktober 2026

KNEKS dan Idrisiyyah Jajaki Kolaborasi Pendidikan, Pembiayaan, dan Penguatan UMKM

Tarekat Idrisiyyah |Tasikmalaya, 20 Oktober 2026 - Penguatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, dan pendampingan usaha menjadi sejumlah peluang kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dengan pengurus Yayasan Idrisiyyah di Pesantren Idrisiyyah, Tasikmalaya, Selasa (20/10).


Pertemuan yang dihadiri delegasi KNEKS, dipimpin oleh Dwi Irianti Hadiningdyah, membahas sejumlah kemungkinan tindak lanjut yang dapat mendukung pengembangan lembaga pendidikan dan kegiatan ekonomi Idrisiyyah. Pembahasan tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha, tetapi juga peningkatan kapasitas mahasiswa dan penguatan UMKM mitra.


Salah satu peluang yang dibicarakan ialah kesempatan magang selama tiga bulan di KNEKS bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Idrisiyyah (STAIIDRIS). Program ini berpotensi menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal praktik kerja kelembagaan, memperluas wawasan mengenai ekonomi dan keuangan syariah, serta memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan profesional.


Selain itu, pertemuan juga membahas peluang penyelenggaraan kuliah umum, seminar internasional, dan berbagi kurikulum. Inisiatif tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan kualitas akademik STAIDRIS dalam mempersiapkan pengembangan kelembagaan menuju universitas.


Kolaborasi pendidikan ini penting agar pengembangan institusi tidak hanya bertumpu pada peningkatan sarana dan jumlah program studi, tetapi juga didukung oleh kualitas pembelajaran, jejaring profesional, dan keterhubungan dengan praktik ekonomi syariah.


Membuka Akses Pendampingan bagi UMKM Mitra

Di bidang ekonomi masyarakat, pembahasan turut mencakup peluang pendampingan sosialisasi sertifikasi halal bagi UMKM mitra Idrisiyyah. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami proses sertifikasi, meningkatkan kesiapan administrasi dan produk, serta memperkuat daya saing di pasar.


Bagi UMKM, sertifikasi halal bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan kualitas tata kelola usaha. Karena itu, akses informasi dan pendampingan menjadi aspek yang penting untuk dikembangkan bersama.


Pembahasan juga menyinggung penjajakan akses pembiayaan melalui sejumlah lembaga. Peluang ini dapat membantu pelaku usaha maupun unit ekonomi pesantren memetakan sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan, skala usaha, dan kemampuan pengelolaan masing-masing.


Agar tindak lanjut berjalan terarah, diperlukan pemetaan kebutuhan, penentuan program prioritas, serta komunikasi lanjutan dengan lembaga terkait.


Menuju Tindak Lanjut Kerja Sama

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memetakan bentuk kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti antara KNEKS dan Idrisiyyah. Sejumlah peluang yang dibahas, mulai dari magang mahasiswa, kegiatan akademik, pendampingan sertifikasi halal, hingga penjajakan pembiayaan, masih memerlukan pembahasan teknis bersama pihak terkait.


Rencana kunjungan lanjutan dan penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) juga menjadi bagian dari pembicaraan mengenai tindak lanjut kerja sama.


Melalui komunikasi dan pemetaan kebutuhan yang lebih terarah, kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses pengetahuan, jejaring, dan dukungan kelembagaan bagi pengembangan pendidikan serta ekonomi syariah di lingkungan Idrisiyyah.