Pembekalan Jelang Liburan, Pesantren Idrisiyyah Ingatkan Santri Tetap Menjaga Identitas dan Adab

KOMINFO IDRISIYYAH • 02 November 2026

Pembekalan Jelang Liburan, Pesantren Idrisiyyah Ingatkan Santri Tetap Menjaga Identitas dan Adab

Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 30 Oktober 2026 — Menjelang masa pemulangan santri, Pondok Pesantren Idrisiyyah menggelar kegiatan Pembekalan Santri sebelum Pemulangan pada Jumat (30/10) di Masjid Al-Fattah. Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Wakil Direktur (Wadir) Pengasuhan, Ust. Deden Hidayatulloh, M.Pd., didampingi para Musyrif dan Musyrifah.


Dalam pembekalannya, Ust. Deden menegaskan bahwa masa liburan bukan berarti santri berhenti menjalani nilai-nilai kesantriannya. Meskipun untuk sementara waktu meninggalkan lingkungan pesantren, identitas sebagai santri harus tetap melekat dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.


Santri juga diingatkan untuk mengawali kepulangan dengan menjalin silaturahmi kepada keluarga, saudara, serta guru-guru yang pernah memberikan bimbingan. Kehadiran santri di tengah keluarga diharapkan tidak hanya menjadi momen berkumpul, tetapi juga membawa manfaat melalui ilmu, adab, dan perilaku baik yang telah dipelajari selama di pesantren.


Lebih dari sekadar waktu beristirahat, masa liburan menjadi kesempatan bagi santri untuk mengamalkan nilai-nilai pendidikan pesantren dalam lingkungan yang lebih luas. Dengan demikian, pembiasaan ibadah, kedisiplinan, dan akhlak mulia tetap terjaga meskipun tidak berada dalam pengawasan langsung lingkungan pesantren.


Kegiatan ditutup dengan mushafahah atau saling bersalaman sebagai bentuk saling memaafkan, mempererat ukhuwah, serta memohon keberkahan sebelum para santri kembali ke rumah masing-masing. Masa liburan ini berlangsung hingga 14 November 2026, dan santri dijadwalkan kembali ke pesantren pada 15 November 2026.


Melalui pembekalan ini, diharapkan para santri dapat memanfaatkan masa liburan dengan sebaik-baiknya, menjaga adab di mana pun berada, serta menghadirkan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sebab, menjadi santri bukan hanya tentang berada di lingkungan pesantren, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.