Perkuat Kepemimpinan Berbasis Spiritual, 140 Kepala Desa Ikuti Program Spiritual Wellness STC
KOMINFO IDRISIYYAH • 06 November 2026
Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 5 November 2026 — Sekitar 140 kepala desa se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti program Spiritual Wellness yang diselenggarakan oleh Sufi Training Center (STC) di Pondok Pesantren Idrisiyyah, 4–5 November 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi para pemimpin desa untuk memperkuat kualitas diri, tidak hanya dalam aspek kepemimpinan, tetapi juga dalam dimensi spiritual.
Selama mengikuti kegiatan, para kepala desa diajak untuk melihat kembali bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang menjalankan tugas pemerintahan dan mengelola masyarakat. Lebih dari itu, seorang pemimpin juga perlu memiliki kesadaran diri, kemampuan mengelola hati, serta landasan spiritual dalam mengambil keputusan.
Hal tersebut sejalan dengan penyampaian Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, H. Kurniawan, yang menekankan bahwa tata kelola pemerintahan pada dasarnya dimulai dari kemampuan seseorang dalam mengelola dirinya sendiri. Seorang pemimpin perlu mengenali keterbatasan, terus meningkatkan kompetensi, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tanggung jawab.
Rangkaian kegiatan selama dua hari memberikan kesempatan kepada para kepala desa untuk mengikuti pembinaan, praktik ibadah, dan refleksi diri. Mulai dari kajian spiritual, tafakur dan dzikir, suluk, hingga muhasabah, seluruh rangkaian diarahkan untuk membangun keseimbangan antara tanggung jawab lahiriah dan kebutuhan batiniah.
Pada hari kedua, kegiatan juga diisi dengan tahajud berjamaah, Gerakan Memakmurkan Masjid (GAMIS), tahsinul Qur’an, serta olahraga bersama. Para kepala desa turut mengunjungi Idrisiyyah Waste Ecopark untuk mengenal pengelolaan sampah dan melihat peluang penerapannya di lingkungan desa.
Melalui kegiatan ini, para kepala desa diharapkan memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan amanah pemerintahan. Kesadaran spiritual diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun kepemimpinan yang lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.