Spiritual Wellness STC Bekali Kepala Desa dengan Pemahaman Spiritual dan Pengelolaan Diri
KOMINFO IDRISIYYAH • 06 November 2026
Tarekat Idrisiyyah | Tasikmalaya, 4–5 November 2026 — Program Spirotual Wellness yang diselenggarakan oleh Sufi Training Center (STC) di Pondok Pesantren Idrisiyyah menghadirkan sejumlah materi pembinaan spiritual bagi sekitar 140 kepala desa se-Kabupaten Tasikmalaya. Berlangsung selama dua hari, kegiatan ini mengajak para peserta memahami pentingnya kesehatan spiritual serta hubungannya dengan pengelolaan diri dan tanggung jawab kehidupan.
Materi pertama bertajuk Spiritual Wellness Neuroscience disampaikan oleh Senior Trainer STC, H. Herman Dody Isdarmadi, S.Ak., MNLP, CHt. Pembahasan ini mengangkat pentingnya membangkitkan kebaikan spiritual dalam diri manusia serta keterkaitan antara pikiran, jiwa, dan perilaku.
Selanjutnya, Ust. Adang Nurdin, M.S., M.Pd., menyampaikan materi 5 Dimensions and Human Needs. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup dimensi lain yang perlu diperhatikan untuk membangun kehidupan yang seimbang.
Materi berikutnya, The Essence of Religious Practices, disampaikan oleh Senior Trainer STC, Ust. Dr. Asep Deni Al-Idrisi, M.Pd., CPBT, CT, C.NLPP. Ia mengajak peserta memahami bahwa praktik keagamaan bukan sekadar rutinitas atau formalitas, melainkan jalan untuk membangun kesadaran, memperbaiki diri, dan menghadirkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan kemudian berlanjut melalui materi Tafakur dan Dzikir bersama Ust. Hilman Lisanul Haq, Al-Idrisi, S.Pd. Sesi ini mengajak peserta merenungi kebesaran Allah serta menjadikan dzikir sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya, menenangkan hati, dan menumbuhkan kesadaran spiritual.
Pada sesi berikutnya, Ust. M. Hilman Lisanul Haq, Al-Idrisi membawakan materi Suluk: Tazkiyatun Nafs & Muhasabah. Melalui materi ini, peserta diajak menyelami perjalanan jiwa, mengenali berbagai penyakit hati, serta mengevaluasi niat dan perilaku sebagai bagian dari proses penyucian diri.
Keseluruhan materi tersebut memberikan pemahaman bahwa kesehatan spiritual perlu dibangun melalui kesadaran, pengenalan diri, serta upaya memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Bagi para kepala desa, pemahaman ini menjadi bekal penting agar tanggung jawab kepemimpinan tidak hanya dijalankan dengan kemampuan administratif, tetapi juga dilandasi hati yang terarah, sikap yang bijaksana, dan kesadaran akan amanah.